Minat Adopsi Fasilitas Transaksi E-Channel Di Bank Syariah Pada Nasabah Multibank
View/ Open
Date
2019Author
Widiati, Euis
Suharjo, Budi
Krisnatuti, Diah
Metadata
Show full item recordAbstract
Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia yang dinilai lambat tidak dapat
dilepaskan dari peran komunikasi. Dalam beberapa tahun terakhir ini bank syariah
telah mengembangkan inovasi berupa e-channel sebagai pull factor (faktor
penarik), yang diharapkan mampu menjadi daya tarik agar masyarakat beralih
dalam menggunakan aktivitas keuangannya pada bank syariah. Terdapat hal
penting lainnya yaitu terkait kurangnya komunikasi kepada masyarakat. Pada
penelitian ini akan fokus membahas komunikasi dalam hal konten atau pesan dan
media yang sebaiknya dilakukan oleh bank syariah terhadap adanya fasilitas echannel
yang mampu memberikan kemudahan dalam bertransaksi tanpa harus
mempertimbangkan hambatan sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi dan atribut inovasi
serta tingkat kesadaran, ketertarikan, dan minat konsumen dalam mengadopsi echannel
bank syariah, serta merumuskan implikasi manajerial berupa startegi
komunikasi dalam peningkatan adopsi e-channel yang tepat untuk berbagai
karakteristik adopter. Penelitian ini menggunakan 150 responden yang dipilih
secara convenience sampling dengan kriteria yaitu nasabah multibank yang
memiliki rekening tabungan di bank konvensional dan bank syariah, serta memiliki
salah satu fasilitas e-channel pada bank konvensional. Data dianalisis menggunakan
Partial Least Square (PLS). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif.
Responden diambil dari seluruh populasi nasabah bank konvensional dan bank
syariah di wilayah Jabodetabek. Data dikumpulkan dengan cara face to face
interview menggunakan alat bantu kuesioner.
Berdasarkan hasil survey menunjukkan bahwa komposisi jenis kelamin
didominasi oleh responden wanita sebanyak 58% dan pria 42%. Untuk usia
responden mayoritas pda kisaran 26-34 tahun sebanyak 52%, dengan latar belakang
pendidikan sebanyak 67% sarjana. Pekerjaan dominan responden yaitu sebagai
pegawai swasta sebanyak 67% dan sebaran domisili terbanyak berada di area
Jakarta sebanyak 64%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang telah dilakukan oleh
perbankan syariah masih dinilai kurang dalam hal frekuensi tayang dan jenis media
yang digunakan. Mayoritas responden mengetahui informasi produk ataupun
layanan melalui petugas bank secara langsung. Media komunikasi yang saat ini
digunakan oleh bank syariah telah beralih pada media sosial, hal tersebut
merupakan bagian dari upaya menjangkau lebih luas terhadap paparan informasi
bagi masyarakat.
Tingkat kesadaran responden terhadap fasilitas e-channel bank syariah
tergolong cukup tinggi. Tingkat interest responden yang belum menggunakan echannel
bank syariah tergolong rendah yaitu sebesar 60.3%. Tingginya ketertarikan
responden berlanjut ke tahap selanjutnya yakni berminat untuk menggunakan
fasilitas e-channel. Pada tahapan akhir diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah
responden sehingga berminat pada e-channel bank syariah yaitu menjadi 65.5%.
Media yang digunakan bagi masyarakat yang tergolong ke dalam kategori
innovators dapat menggunakan media internet advertising yang memiliki jangkauan yang luas, cepat, dan mudah didapatkan informasinya. Untuk kategori
early adopter menggunakan media iklan pada televisi dengan pesan yang lebih
menarik. Untuk kategori early majority menggunakan pendekatan secara sosial
yaitu word of mouth baik dari lingkungan keluarga ataupun teman. Kategori yang
terakhir adalah late majority yang dapat dijangkau dengan cara pendekatan
langsung oleh petugas bank.
Implikasi manajerial yang dirumuskan untuk meningkatkan adopsi
penggunaan e-channel bank syariah yaitu dengan melakukan komunikasi
pemasaran secara efektif, menggunakan pesan yang mudah dipahami dalam
menyampaikan informasi manfaat e-channel bank syariah dalam membantu
aktivitas bertransaksi tanpa harus ke kantor cabang ataupun ATM. Selain itu, proses
pemasaran secara langsung melalui contoh penggunaan aplikasi e-channel oleh
nasabah pengguna dapat membantu meningkatkan ketertarikan dalam mengadopsi.
Saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat memasukkan variabel-variabel
lain terkait dengan minat adopsi yang tidak terdapat pada model. Penambahan
variabel lain yang mungkin berpengaruh pada minat adopsi e-channel bank syariah
yaitu seperti norma subjektif, literasi terhadap internet, dan faktor sosial budaya.
Collections
- MT - Business [4063]
