Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Non Performing Loan Kredit Konsumer (Studi Kasus Bank Xyz: Kantor Cabang Abc)
View/ Open
Date
2018Author
Hadyan, Rifqi
Nuryartono, Nunung
Maulana, Tb.Nur Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Bank merupakan lembaga keuangan yang memiliki peran penting dalam
suatu perekonomian suatu negara yang dapat memengaruhi perekonomian secara
mikro maupun makro. Perbankan memiliki pangsa pasar yang besar sekitar 80%
dari keseluruhan sistem keuangan yang ada di Indonesia. Bank memiliki fungsi
yang penting di dalam perekonomian suatu negara yaitu sebagai perantara
keuangan (financial intermediary), yaitu menghimpun dana dari masyarakat yang
surplus dana dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali dana tersebut
kepada masyarakat yang membutuhkan dana atau defisit dana dalam bentuk kredit.
Peranan bank sebagai lembaga keuangan tidak pernah lepas dari masalah kredit.
Penyaluran kredit merupakan kegiatan utama bank. Semakin besarnya jumlah
kredit yang disalurkan, maka potensi risiko yang harus ditanggung oleh bank
semakin besar. Oleh karena itu, penting bagi bank memperhatikan kualitas kredit
yang disalurkan ke masyarakat.
Bank XYZ merupakan salah satu bank di Indonesia yang telah berdiri cukup
lama di Indonesia dan juga dikenal sebagai bank yang fokus serta konsisten pada
sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Selama lima tahun terakhir dari 2013
sampai dengan 2017 pertumbuhan kredit Bank XYZ mengalami tren yang
meningkat. Namun, pertumbuhan kredit ini diiringi dengan kenaikan NPL, di mana
kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 0.34%.
Bank XYZ pertama kali turut aktif dalam persaingan segmen kredit konsumer
ini pada tahun 2007 dengan mengeluarkan tiga jenis kredit, yaitu Kredit Pemilikan
Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan Kredit Multi Guna (KMG).
Dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 kredit konsumer Bank XYZ
mencatatkan tren pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan terkecil terjadi pada
tahun 2015 yaitu sebesar 3.78%. Namun, pertumbuhan kredit tersebut diikuti
dengan NPL absolut yang meningkat pula. Walaupun secara persentase NPL
mengalami penurunan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Penelitian ini mengambil studi kasus pada Bank XYZ kantor cabang ABC, di
mana kantor cabang ABC merupakan unit kerja khusus yang memiliki tingkat yang
sama seperti kantor wilayah bank XYZ namun beroperasi sebagaimana kantor
cabang operasional (melayani masyarakat umum). Kantor cabang ABC memiliki
portofolio kredit konsumer terbesar kedua dari seluruh unit kerja wilayah bank
XYZ seluruh Indonesia yaitu sebesar Rp 3,021 milyar. Walaupun memiliki
portofolio terbesar kedua, kantor cabang ABC hanya dapat menghasilkan laba
sebesar Rp 1,666 milyar masih lebih rendah dari unit kerja wilayah lainnya
khususnya di wilayh DKI Jakarta. Dilihat dari kualitas kreditnya, NPL kantor
cabang ABC menunjukkan kinerja yang kurang baik dibandingkan dengan kantor
Bank XYZ yang berada di wilayah Jakarta, dengan memiliki tingkat NPL absolut
tertinggi ketiga dari seluruh kantor di Indonesia.
Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah
mengidentifikasi karakteristik debitur berdasarkan kolektibilitas debitur Bank XYZ
serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kredit bermasalah. Dengan melakukan analisis deskriptif terhadap peubah faktor internal debitur kredit
konsumer Bank XYZ berdasarkan tingkat kolektibilitas dan menganalisis faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kredit konsumer bermasalah dengan
menggunakan analisis regresi logistik. Peubah faktor internal debitur meliputi jenis
kelamin, usia, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, tenor, nilai agunan, dan
rasio angsuran terhadap penghasilan. Hasil analisis debitur kredit konsumer di
dominasi oleh jenis kelamin laki-laki (71.3%) dengan persentase NPL 2.4%, usia
31-40 tahun (39.5%) dengan NPL sebesar 2.9%, status menikah (77.6%) dengan
NPL sebesar 2.6%, pendidikan S1 (67.4%) dengan NPL 2.7%, pekerjaan fixed
income (80.7%) dengan NPL 2.5%, nilai agunan pada selang >150 juta – 300 juta
(29.9%) dengan NPL 4.9%, dan tenor pada 61 – 120 bulan (40.2%) dengan NPL
3.3%. Selanjutnya dilakukan pemodelan melalui regresi logistik yang dapat
memberikan informasi peubah-peubah yang berpengaruh terhadap NPL kredit
konsumer Bank XYZ kantor cabang ABC. Peubah yang berpengaruh signifikan
yaitu jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan tenor/jangka waktu kredit pada taraf
nyata 10%.
Implikasi manajerial yang perlu diperhatikan adalah pengembangan model
lebih lanjut seperti prediksi waktu kemampuan debitur membayar kredit, debitur
akan macet, serta segmentasi lainnya, peninjauan langsung secara mendalam guna
mendapatkan informasi secara lengkap dan tepat dari debitur atas tujuan
penggunaan kredit yang diberikan, dan kesesuain antara jangka waktu yang
diberikan dengan kemampuan membayar debitur setiap bulannya.
Collections
- MT - Business [4062]
