Dinamika Struktur Modal Sepanjang Siklus Hidup Perusahaan Manufaktur Di Indonesia
View/ Open
Date
2018Author
Cempakasari, Erika Putri
Firdaus, Muhammad
Hardiyanto, Arief Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Siklus hidup perusahaan memiliki peranan penting dalam dinamika struktur
modal suatu perusahaan. Perusahaan akan memiliki strategi dan keputusan
pendanaan yang berbeda pada setiap siklus hidupnya, karena karakteristik
perusahaan yang mempengaruhi struktur modal akan berubah mengikuti
perkembangan siklus hidup yang terjadi. Pada tahap awal siklus hidupnya,
perusahaan belum memiliki aset yang cukup besar untuk dijadikan jaminan
pinjaman pihak ketiga. Pendapatan mereka pun masih tergolong rendah untuk
memanfaatkan keuntungan pengurang pajak. Semakin tumbuh dan berkembang
suatu perusahaan, maka perusahaan akan memiliki peningkatan profit, aset tetap,
dan ukuran perusahaan yang dapat menurunkan bankruptcy costs, meskipun adanya
peningkatan pertumbuhan perusahaan justru dapat menghasilkan sebaliknya.
Analisis hubungan antara struktur modal dengan siklus hidup perusahaan akan
memberikan penggunaan praktis di perusahaan, sehingga diharapkan para praktisi
keuangan perusahaan berusaha untuk memahami tahap siklus kehidupan dari suatu
perusahaan dengan maksud untuk memahami kebutuhan struktur modal yang sesuai
dengan keadaan perusahaan.
Penelitian mengenai dinamika struktur modal sepanjang siklus hidup
perusahaan pada perusahaan manufaktur di Indonesia menarik untuk dilakukan
karena manufaktur merupakan komponen utama dalam pembangunan ekonomi
nasional. Sektor golongan ini tidak saja berpotensi memberikan kontribusi ekonomi
yang besar melalui nilai tambah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang
besar dalam transformasi kultural bangsa ke arah modernisasi kehidupan
masyarakat yang menunjang pembentukan daya saing nasional. Peranan industri
manufaktur dalam pembangunan ekonomi nasional juga dapat dilihat dari
kontribusinya dalam menghasilkan devisa negara yang diperoleh dari kegiatan
ekspor. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementrian Perindustrian Republik
Indonesia tahun 2016, sub sektor industri pengolahan atau manufaktur merupakan
penyumbang nilai ekspor terbesar dibanding sub sektor lainnya, dengan prosentase
sebesar 75.99%. Demi menjaga dan meningkatkan peranan industri manufaktur
dalam menghasilkan devisa negara, pemerintah memberikan kemudahan fasilitas
pembiayaan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor lndonesia (LPEI).
Penelitian ini bertujuan: (1) membandingkan struktur modal perusahaan
berdasarkan siklus hidup perusahaan, (2) menganalisis determinan struktur modal
beserta kecepatan penyesuaiannya pada berbagai siklus hidup perusahaan, dan (3)
merumuskan strategi struktur modal berdasarkan pemetaan kondisi atas siklus
hidup yang terjadi pada perusahaan. Siklus hidup perusahaan dikelompokkan
menjadi siklus growth, mature, dan decline dengan menggunakan metode yang
mengacu pada Anthony dan Ramesh (1992) yang menggunakan umur perusahaan,
sales growth, capital expenditure, serta dividend payout sebagai indikator
pengukuran. Model dinamis digunakan dalam analisis determinan struktur modal
beserta penyesuaiannya, dengan Generalized Method of Moment (GMM) sebagai
alat analisisnya. Sementara untuk merumuskan strategi struktur modalnya digunakan analisis SWOT yang didahului oleh analisis Internal Factor Evaluation
(IFE) dan External Factor Evaluation (EFE).
Hasil analisis dinamika struktur modal sepanjang siklus hidup growth, mature,
dan decline menunjukkan bahwa struktur modal perusahaan manufaktur memiliki
pola penggunaan utang tinggi-rendah-tinggi yang sesuai dengan pecking order
theory, dimana perusahaan cenderung lebih menyukai sumber dana internal
dibandingkan dana eksternal. Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap struktur
modal yang dihasilkan melalui GMM menunjukkan bahwa variabel yang
berpengaruh pada siklus hidup growth adalah profitabilitas dan likuiditas
perusahaan, sementara pada siklus hidup mature, variabel yang memiliki pengaruh
signifikan terhadap struktur modal adalah aset tetap, pertumbuhan, profitabilitas,
dan likuiditas perusahaan. Berbeda halnya pada siklus hidup decline, dimana
variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal hanya tingkat
likuiditas perusahaan. Disamping karakteristik perusahaan, lag variabel terikat yang
dihasilkan GMM dalam mewakili struktur modal tahun sebelumnya terbukti
memberi pengaruh terhadap struktur modal perusahaan pada siklus hidup growth,
mature, dan decline dengan nilai koefisien yang dapat menggambarkan kecepatan
perusahaan dalam menyesuaikan struktur modalnya. Tingkat kecepatan
penyesuaian struktur modal terendah ada pada siklus hidup decline yang diikuti
berturut-turut oleh perusahaan yang berada pada siklus hidup growth dan siklus
hidup mature.
Analisis lebih lanjut mengenai rumusan strategi struktur modal berdasarkan
pemetaan kondisi siklus hidup perusahaan melalui analisis SWOT menunjukkan
bahwa perusahaan yang berada dalam kelompok siklus growth berada pada kuadran
II yang mendukung diversifikasi strategi berupa optimalisasi dana internal dan
pemanfaatan dana eksternal yang berbiaya modal minimum seperti leasing,
commercial paper, dan convertible debt. Sementara perusahaan yang berada dalam
kelompok siklus mature berada pada kuadran I yang mendukung strategi progresif
dengan rekomendasi strategi berupa penggunaan saldo laba dengan memperhatikan
stabilitas dividen, serta dana eksternal seperti utang perbankan, kredit LPEI bagi
perusahaan berorientasi eksport, juga penerbitan saham dan obligasi dalam
memanfaatkan perkembangan pasar keuangan. Berbeda halnya dengan perusahaan
yang berada pada kelompok siklus hidup decline yang berada pada kuardran III
yang mendukung strategi turn around dimana opsi pembelian kembali saham
merupakan strategi yang dapat direkomendasikan.
Collections
- MT - Business [4063]
