Strategi Pemenuhan Kebutuhan Kompetensi Ahli Nutrisi Penggemukan Sapi Potong Di Indonesia
View/ Open
Date
2018Author
Widyanti, Oktarina Nur
Sukmawati, Anggraini
Dirdjosuparto, Sukiswo
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri bisnis dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
yang menyebabkan arus bebas tenaga kerja profesional. Sumber daya manusia
(SDM) dijadikan sumber keunggulan kompetitif yang memiliki daya saing.
Subsektor peternakan merupakan salah satu yang dituntut untuk memiliki
keunggulan bersaing bagi SDM yang akan berfokus pada peningkatan
kompetensi. Pakan ternak merupakan komponen utama yang berkisar 70-80
persen biaya produksi pada proses penggemukan sapi. Kompetensi ahli nutrisi
sangat diperlukan terkait efisiensi penggunaan pakan pada ternak. Tujuan dari
penelitian yaitu: (1) Menganalisis situasional permasalahan perusahaan
kompetensi ahli nutrisi penggemukan sapi potong di Indonesia; (2) Menyusun
strategi pemenuhan kebutuhan kompetensi ahli nutrisi penggemukan sapi potong
di Indonesia.
Penelitian dimulai dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara
mendalam kepada para narasumber yang berjumlah tujuh orang. Penelitian
dilaksanakan di Bogor, Jakarta dan Yogyakarta pada bulan Desember 2017 hingga
Februari 2018. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling
(sengaja) dan teknik pengambilan data dilakukan dengan judgement sampling.
Karakteristik pakar dalam penelitian ini dengan persyaratan pengalaman di bidang
nutrisi pakan ternak penggemukan sapi potong minimal 5 tahun, menjabat sebagi
manajer di industry feedlot, dan memiliki kualifikasi yang setara sebagai
narasumber yang berasal dari pemangku kepentingan di Pemerintah dan
Akademisi. Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan Soft
System Methodology berbasis Rich Picture dan Analytical Hierarchy Process
(AHP).
Hasil dari Soft System Methodology berbasis Rich Picture menunjukkan
bahwa terdapat permasalahan, yaitu: kompetensi ahli nutrisi ternak belum sesuai
yang diharapkan industry feedlot, selain itu belum adanya inovasi teknologi
terbaru untuk menghasilkan ransum atau pakan ternak yang berkualitas untuk sapi
potong, serta belum adanya standar kompetensi dan sertifikasi bagi ahli nutrisi
penggemukan sapi potong. Hal ini diperkuat dengan hasil AHP yang menunjukan
bahwa Alternatif yang dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan kompetensi
individu yaitu ahli nutrisi penggemukan sapi potong dengan membuat kebijakan
SKKNI yang mengadaptasi dari negara lain dan disesuaikan kebutuhan ahli nutrisi
dalam negeri. Faktor yang mendukung dengan cara meningkatkan dan
mengembangkan kompetensi ahli nutrisi penggemukan sapi potong yang
didukung asosiasi AINI diikuti dengan industry feedlot, perguruan tinggi, dan
pemerintah. Asosiasi AINI berperan paling penting dalam memberikan informasi
untuk menambah pengetahuan, keterampilan, konsep diri, sifat dan motif ahli
nutrisi penggemukan sapi potong.
Collections
- MT - Business [4063]
