Strategi Pengembangan Sekolah Menegah Kejuruan Cikra 1 Jakarta Timur
View/ Open
Date
2018Author
Purwaningrum, Chanissa
Hubeis, Musa
Sukandar, Dadang
Metadata
Show full item recordAbstract
Pendidikan sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa dalam hal ini,
sekolah menjadi tempat para generasi muda untuk mendapatkan pendidikan, agar
bersaing didunia kerja. Lembaga pendidikan, khususnya pendidikan formal
bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam hal kuantitas maupun mutu lulusan,
peserta didik, dan tenaga kependidikan. Sekolah mendapat suatu akreditasi yang
sangat baik atau bernilai “A”, karena diukur oleh mutu sekolah dalam
memberikan pelayanan sektor publik dan penilaian amat baik dari ke delapan
standar instrumen akreditasi. Saat ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
CIKRA 1 memiliki nilai akreditasi “B”. Oleh karena itu, dalam penelitian ini,
SMK CIKRA 1 dapat mempersiapkan strategi yang tepat dalam meningkatkan
akreditasi sekolah ditahun-tahun mendatang.
Penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan metode kualitatif dan
kuantitatif melalui Forum Group Discussion (FGD), wawancara langsung dengan
kuesioner kepada lima pakar dan observasi langsung di lapangan yang dipilih
secara sengaja. Dari data standar akreditasi didapatkan faktor-faktor strategik
dalam pengembangan sekolah SMK CIKRA 1 Jakarta berdasarkan wawancara
mendalam dengan pihak internal (berasal dari SMK CIKRA 1 Jakarta dan pihak
eksternal (Pengawas Sekolah). Hasil dari kuesioner dan wawancara tersebut
kemudian menjadi pertimbangan para pakar untuk menganalisis faktor internal
dan eksternal yang kemudian dianalisis dengan menggunakan Matriks External
Factor Evaluation (EFE) dan Internal Factor Evaluation (IFE) dan Matriks IE
(Internal/External) untuk analisis kondisi sekolah, serta analisis SWOT
(Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats) untuk menentukan pilihan strategi
dan dilanjutkan dengan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk
menentukan prioritas strategi.
Dari analisis Matriks IFE diperoleh total nilai faktor kritis internal 2,4028
dan dari Matriks EFE diperoleh total nilai dari faktor eksternal 2,3600. Hal ini
menunjukkan strategi sekolah telah direncanakan dengan baik untuk memenuhi
peluang dan mempertahankan diri dari ancaman lingkungan eksternal serta
menunjukkan SMK CIKRA 1 tidak lemah terhadap pesaingnya.Setelah analisis
Matriks IFE/EFE dilakukan penentuan posisi SMK CIKRA 1 Jakarta saat ini
dengan Matriks IE. Matriks ini menunjukkan posisi SMK CIKRA 1 berdasarkan
hasil analisis IFE dan EFE sehingga SMK CIKRA 1 berada pada sel V (Stabilitas)
posisi rataan, yaitu tidak kuat maupun tidak lemah secara internal maupun
eksternal Sekolah. Tahap ini berada pada posisi hold and maintain, yang berarti
SMK CIKRA 1 membutuhkan strategi untuk menjaga dan mempertahankan
posisinya. Strategi yang dapat diterapkan oleh SMK CIKRA 1 adalah strategi
penetrasi pasar dan pengembangan produk. Berdasarkan hasil analisis IE, dibuat
Matriks SWOT yang berisi analisis strategi kekuatan dan peluang (SO), analisis
strategi kelemahan dan peluang (WO), analisis strategi kekuatan dan ancaman
(ST) dan analisis strategi kelemahan dan ancaman (WT). Strategi SO : Melakukan
kegiatan promosi dan biaya pendidikan yang dapat dicicil. Strategi WO : (1) Melakukan kegiatan pengembangan diri siswa dan guru, (2) Mengoptimalkan
implementasi kurikulum 2013. Strategi ST : Memberikan Kompensasi yang
sebanding dengan sekolah lain. Strategi WT : Memperbaiki sarana dan prasarana
sekolah.
Analisis QSPM menghasilkan lima Strategi alternaif dalam pengembangan
SMK CIKRA 1 Jakarta, yaitu Strategi I, melakukan kegiatan promosi dan biaya
pendidikan yang dapat dicicil; Strategi II, melakukan kegiatan pengembangan diri
siswa dan guru; Strategi III, mengoptimalkan implementasi kurikulum 2013;
Strategi IV, memperbaiki sarana dan prasarana sekolah; Strategi V, memberikan
kompensasi yang sebanding dengan sekolah lain. Selanjutnya dari kelima strategi
tersebut ditentukan daya tarik relatif para pakar untuk menunjukkan strategi utama
dan didapatkan Prioritas 1 adalah melakukan kegiatan promosi dan biaya
pendidikan yang dapat dicicil dengan nilai TAS = 5,31; Prioritas II adalah meng
optimalkan implementasi kurikulum 2013 TAS = 5,26; Prioritas III adalah
memperbaiki sarana dan prasarana sekolah dengan nilai TAS = 5,19; Prioritas IV
adalah memberikan kompensasi yang sebanding dengan sekolah lain dengan nilai
TAS = 5,10; Prioritas V adalah melakukan kegiatan pengembangan diri siswa dan
guru dengan nilai TAS = 5,08.
Implikasi manajerial yang dapat dilakukan oleh SMK CIKRA 1 untuk
meningkatkan akreditasi sekolah berdasarkan analisis matriks QSP dengan
Strategi Pertama, adalah melakukan kegiatan promosi dan biaya pendidikan yang
dapat dicicil. SMK CIKRA 1 dapat menerapkan pembiayaan yang dapat dicicil
dan relatif terjangkau untuk masyarakat menengah kebawah. Hanya terdapat
sedikit kenaikan pada biaya pakaian seragam sekolah. Strategi kedua,
mengoptimalkan implementasi kurikulum 2013, guru dapat
mengimplementasikan dengan tepat kurikulum 2013. Strategi ketiga adalah
memperbaiki sarana dan prasarana sekolah. Strategi ini dapat diimplikasikan
dengan cara pengelolaan dana bantuan operasional sekolah dengan tepat setiap
tahunnya. Strategi keempat adalah memberikan kompensasi yang sebanding
dengan sekolah lain. Gaji per jam guru yang sebanding dengan sekolah lain di
Jakarta dan jaminan sosial seperti fasilitas kesehatan, serta tunjangan hari raya
bagi guru dan karyawan seperti yang diberlakukan pada sekolah lainnya. Strategi
kelima adalah melakukan kegiatan pengembangan diri siswa dan guru. Strategi ini
dapat diterapkan dengan melakukan suatu kegiatan untuk melatih siswa baik
dalam keterampilan, sikap, mental, cara berpikir kritis sesuai tuntutan kurikulum
2013.
Collections
- MT - Business [4063]
