Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Daya Saing dan Impor Susu Bubuk Di Indonesia Periode 2006-2015
View/ Open
Date
2018Author
Hakim, Lukman
Daryanto, Heny K.
Hasbullah, Rokhani
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri Pengolahan Susu (IPS) diberikan kebebasan untuk melakukan
impor bahan baku susu tanpa kewajiban menyerap produksi susu domestik.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian, 70-75 % susu yang dikonsumsi mengandalkan impor.
Penggunaan bahan baku susu impor oleh IPS disebabkan produksi dan kualitas
susu domestik belum dapat memenuhi kebutuhan. Salah satu produk IPS adalah
susu bubuk yang membutuhkan bahan baku berkualitas dan ekonomis. Harga susu
impor secara riil lebih ekonomis dengan spesifikasi lebih baik. Kondisi tersebut
seharusnya mendorong perkembangan usaha ternak sapi perah dan industri susu
bubuk Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya. Penelitian ini berujuan (1)
Menganalisis kondisi faktor-faktor yang memengaruhi daya saing industri susu
bubuk domestik; (2) Mengidentifikasi dan analisis faktor–faktor yang menjadi
determinan impor bahan baku susu bubuk di Indonesia; dan (3) Merumuskan
rekomendasi strategi yang mampu untuk meningkatkan daya saing industri susu
bubuk domestik.
Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif dan
kuantitatif. Analisis deskriptif yang digunakan adalah model Diamond Porter
untuk menganalisis kondisi faktor-faktor yang memengaruhi daya saing industri
susu bubuk domestik. Sementara itu, analisis kuantitatif Engle-Granger
Cointegration dan Error Correction Model (ECM) digunakan untuk
mengidentifikasi dan menganalisis faktor–faktor yang menjadi determinan impor
bahan baku susu bubuk di Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam analisis
kuantitatif adalah data sekunder berupa data time series dengan rentang waktu
2006-2015. Hasil analisis deskriptif dan kuantitatif tersebut kemudian dijadikan
informasi untuk merumuskan rekomendasi strategi yang mampu untuk
meningkatkan daya saing industri susu bubuk domestik.
Hasil analisis deskriptif menggunakan model Diamond Porter
menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dianggap paling menentukan daya saing
industri susu bubuk domestik adalah (1) Faktor peran pemerintah dengan atribut
kebijakan pemerintah dalam perdagangan, (2) Faktor industri terkait dan industri
pendukung dengan atribut Industri Pengolah Susu (IPS), dan (3) Faktor strategi,
struktur, dan persaingan dengan atribut strategi perusahaan. Berdasarkan hasil
analisis kuantitatif menggunakan metode Engle-Granger Cointegration, faktorfaktor yang signifikan memengaruhi impor susu bubuk dalam jangka panjang
yaitu harga riil susu bubuk impor, nilai tukar riil, pendapatan riil per kapita, dan
penetapan tarif impor susu bubuk. Adapun berdasarkan analisis ECM, faktorfaktor yang signifikan memengaruhi impor susu bubuk dalam jangka pendek yaitu
variabel produksi susu bubuk domestik, harga riil susu bubuk domestik,
pendapatan riil per kapita, dan penetapan tarif impor.
Strategi untuk meningkatkan daya saing susu bubuk adalah (1) Pemerintah
perlu membatasi impor susu bubuk, (2) Memberikan insentif kepada IPS untuk memproduksi susu, (3) IPS perlu meningkatkan kerja sama dengan peternak dan
koperasi sebagai pemasok bahan baku susu bubuk, (4) AIPS sebaiknya membuat
peternakan sendiri agar dapat mengontrol kualitas dan harga bahan baku.
Rekomendasi jangka panjang yaitu menjaga nilai tukar riil dan menurunkan harga
riil susu bubuk dengan cara fokus pada efisensi biaya di sektor hulu dan
memberikan insentif berupa keringanan pajak (tax allowance) atau bea masuk
ditanggung pemerintah (BMDP) pada IPS untuk mengembangkan peternakan sapi
perah. Selanjutnya rekomendasi jangka pendek yaitu memacu produksi bahan
baku susu melalui pemetaan lokasi peternakan sehingga proses pengawasan dari
kementerian dapat dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran.
Collections
- MT - Business [4063]
