Pengaruh Modal Kerja dan Solvabilitas Terhadap Profitabilitas dan Nilai Perusahaan Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi
View/ Open
Date
2018Author
Prissylia, Ditta
Anggraeni, Lukytawati
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Saat ini tujuan utama perusahaan tidak hanya memaksimalkan laba untuk
pemilik perusahaan, melainkan kepada seluruh stakeholder dan investor. Salah satu
cara mencapai tujuan tersebut yaitu dengan meningkatkan profitabilitas. Selain itu,
keberhasilan perusahaan dalam persaingan bisnis juga dilihat melalui nilai
perusahaan. Hal utama yang harus dilakukan manajemen yaitu, melakukan
pengelolaan modal kerja agar dapat mendukung aktivitas operasional perusahaan.
Penetapan modal kerja merupakan masalah penting dalam keuangan dan jumlah
modal kerja yang disediakan perusahaan tergantung pada sikap manajemen
terhadap laba dan risiko. Salah satu sektor yang menarik adalah sektor infrastruktur,
utilitas dan transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain memiliki
karakteristik perusahaan yang berbeda-beda, sektor tersebut saat ini sedang
mengalami perkembangan yang pesat.
Berdasarkan hal tersebut seharusnya terdapat hubungan yang positif antara
potensi perkembangan perusahaan dengan peningkatan jumlah investor sehingga
menjadi peluang usaha yang besar bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi,
terutama dengan adanya dukungan pengembangan dari pemerintah. Proyek
infrastruktur yang terus berjalan dan ekspansi perusaahaan, menjadi alasan
terjadinya peningkatan gross working capital setiap tahunnya, namun pada
kenyataannya profit yang didapatkan perusahaan mengalami penurunan. Penelitian
ini bertujuan menganalisis kinerja perusahaan, kebijakan modal kerja dan
solvabilitas, serta pengaruh modal kerja dan solvabilitas terhadap profitabilitas dan
nilai perusahaan. Objek penelitian ini adalah 21 perusahaan sektor infrastruktur,
utilitas dan transportasi yang terdaftar di BEI dan sesuai dengan kriteria, periode
penelitian dilakukan selama 2010-2016 dan metode yang digunakan adalah regresi
data panel.
Berdasarkan hasil estimasi regresi menunjukkan bahwa pendekatan terbaik
adalah dengan fixed effect model. Pengaruh variabel independen terhadap tingkat
profitabilitas menunjukkan bahwa model NOP memiliki R-Square. Hasil estimasi
regresi terhadap nilai perusahaan menunjukkan bahwa ketiga model memiliki nilai
R-Square yang tinggi. Perusahaan dalam subsektor telekomunikasi memiliki nilai
NOP tertinggi dari kelima subsektor yang terdapat dalam sektor infrastruktur,
utilitas dan transportasi. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata perusahaan
menerapkan kebijakan modal kerja agresif, mengarahkan modal kerja yang dimiliki
untuk pembelian aktiva tetap setiap tahunnya yang menunjukkan perusahaan
berusaha melakukan ekspansi untuk meningkatkan laba. Hasil penelitian
menyarankan investor untuk berinvestasi pada subsektor telekomunikasi, namun
tidak menutup kemungkinan untuk berinvestasi pada subsektor lainnya jika melihat
pengembangan perusahaan masing-masing.
Collections
- MT - Business [4062]
