Perancangan Pengukuran Kinerja Pt. Gemilang Kencana Abadi
View/ Open
Date
2018Author
Basoeki, Mikha
Hubeis, Aida Vitayala
Sukmawati, Anggraini
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi
perusahaan. Pengukuran tersebut dapat dipergunakan untuk menilai keberhasilan
perusahaan dan juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi
perusahaan kedepannya. Sistem pengukuran kinerja manajemen tradisional yang
umum dilakukan lebih menekankan pada aspek keuangan, padahal pengukuran
kinerja yang hanya berdasarkan pada tolok ukur keuangan sudah tidak lagi
memadai. Kaplan dan Norton (2000) menjelaskan bahwa, Balanced Scorecard
adalah suatu kerangka kerja baru untuk mengintegrasikan berbagai ukuran yang
diturunkan dari strategi perusahaan. Selain ukuran kinerja finansial masa lalu,
Balanced Scorecard juga memerkenalkan pendorong kinerja finansial masa
depan.
PT Gemilang Kencana Abadi merupakan perusahaan trading (perdagangan)
yang berdiri pada tahun 2013. Saat ini bisnis yang dijalankan oleh PT Gemilang
Kencana Abadi terfokus pada penjualan jagung, ca ramel, garam, popping oil dan
mesin pembuat popcorn dari amerika serikat yang akan dijual kepada
bioskop/teater film di Indonesia. PT Gemilang Kencana Abadi dalam perjalanan
bisnisnya semakin mendapatkan kepercayaan yang besar dari konsumen yaitu
bioskop/teater film yang tersebar di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya
rata-rata pertumbuhan yang positif terkait jumlah market store yang terus
bertambah dari tahun 2014-2017.
Selama ini perusahaan belum memiliki pengalaman dalam membangun dan
menjalankan pabrik. Menurut Head of Operation PT Gemilang Kencana Abadi
hal-hal yang perlu disiapkan adalah modal yang besar, sumber daya manusia yang
berkualitas, baik di dalam maupun luar Jakarta, penyusunan job description dan
standar operasional prosedur yang lebih terstuktur, serta pengajuan perizinan
pembangunan pabrik yang ketat. Selama ini pengukuran kinerja yang dilakukan
masih terbatas pada peningkatan jumlah total pendapatan dan pertumbuhan store
setiap tahunnya. Hal tersebut memerlihatan bahwa pengukuran kinerja yang
dilakukan oleh perusahaan belum dilakukan secara menyeluruh. Dengan melihat
fakta tersebut peneliti akan mencoba melakukan pengukuran kinerja yang tidak
hanya mencakup sisi keuangan dan pertumbuhan jumlah konsumen melainkan
dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard. Tujuan penelitian ini adalah
menganalisis dan mengukur kinerja PT Gemilang Kencana Abadi didasarkan pada
empat perspektif yaitu perspektif finansial, perspektif customer, perspektif proses
bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder.
Data primer diperoleh dengan pengamatan langsung, wawancara dan melalui
kuesioner. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka.
Pengumpulan data dilakukan untuk memeroleh informasi yang dibutuhkan
dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat
dirumuskan empat perspektif, tujuh sasaran strategis dan dua belas indikator
kinerja utama untuk mengukur kinerja PT Gemilang Kencana Abadi. Keempat perspektif tersebut yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif
proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Sasaran
strategi dengan total dua belas yaitu dari perspektif keuangan dengan satu sasaran
strategi, perpspektif pelanggan dengan dua sasaran strategi, perspektif proses
bisnis internal dengan dua sasaran strategi dan perspektif pembelajaran dan
pertumbuhan dengan dua sasaran strategi.
Indikator kinerja utama yang digunakan untuk mengukur kinerja PT
Gemilang Kencana Abadi terdiri dari dua belas indikator yaitu persentase profit,
persentase volume penjualan, persentase penambahan pembelian oleh pelanggan
utama, jumlah pameran yang diikuti PT Gemilang Kencana Abadi, persentase
pembelian oleh pelanggan baru, persentase produk yang kembali karena rusak,
persentase produk yang dapat dipenuhi sesuai dengan jadwal, persentase klaim
yang teratasi, jumlah pelatihan untuk mengembangkan karyawan, persentase
kehadiran karyawan dalam pelatihan yang diadakan, persentase karyawan yang
mengetahui job description dengan baik, persentase penguasaan dan penggunaan
karyawan terhadap teknologi baru.
Selanjutnya dilakukan pembobotan perspektif, sasaran strategis dan
indikator kinerja utama dengan Metode Analytical hierarchy process (AHP) serta
diolah menggunakan Software Expert Choice 2011. Perspektif pelanggan
merupakan perspektif dengan tingkat prioritas tertinggi kemudian diikuti oleh
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, perspektif proses bisnis internal dan
perspektif keuangan. Dari hasil implementasi diperoleh hasil bahwa kinerja PT.
Gemilang Kencana Abadi tahun 2017 berada pada kategori sedang dengan skor
86,50.
Implikasi manajerial yang dapat direkomendasikan berdasarkan hasil
analisis yaitu sebagai usaha untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan maka
penilaian kinerja PT Gemilang Kencana Abadi seyogyanya menggunakan
Balanced Scorecard layak untuk diterapkan. Balanced scorecard mampu
mengukur berbagai aspek di dalam perusahaan yaitu perspektif keuangan dan
perspektif non keuangan. Selanjutnya ada beberapa hal yang perlu dilakukan
oleh PT Gemilang Kencana Abadi agar penilaian kinerja perusahaan dapat
dilakukan secara berkesinambungan. Hal-hal yang bisa dilakukan oleh
perusahaan diantaranya adalah membuat pencatatan yang jelas dan rapih terkait
dengan segala hal yang berkaitan dengan kegiatan PT Gemilang Kencana Abadi.
Pencatatan laporan keuangan, pencatatan data pelanggan lama dan baru,
pencatatan job description setiap bagian dan pencatatan produk serta pencatatan
lain yang dianggap penting. PT Gemilang Kencana Abadi juga sebaiknya
memiliki target mengenai kinerja yang ingin dicapai selama setahun kedepan.
Collections
- MT - Business [4063]
