Analisis Strategi Kemitraan Budidaya Puyuh Cv Slamet Quail Farm
Abstract
Subsektor peternakan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu ternak
ruminansia dan unggas. Populasi unggas dalam skala nasional telah meningkat
setiap tahun dari 2013 hingga 2017, terutama pada populasi burung puyuh. Saat ini
usaha budidaya burung puyuh masih diberdayakan oleh para petani UMKM. Salah
satu UMKM yang bergerak di bidang ternak budidaya puyuh adalah CV Slamet
Quail Farm (CV SQF). Perusahaan ini memiliki kelompok kemitraan dalam bisnis
budidaya burung puyuh. Peningkatan produksi telur puyuh tidak diimbangi dengan
peningkatan konsumsi menjadi masalah yang dihadapi oleh perusahaan, karena
hingga saat ini perusahaan belum dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal ini
disebabkan jumlah populasi ternak burung puyuh dan jumlah peternak puyuh yang
tidak sebanyak peternak unggas lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk
menganalisis model bisnis yang dilakukan oleh perusahaan, menganalisis dan
memetakan peran masing-masing stakeholder perusahaan CV SQF, menyusun
model bisnis perbaikan CV SQF di masa mendatang, dan menganalisi keuntungan
yang diperoleh peternak mitra dan mandiri.
Berdasarkan hasil penelitian, CV SQF memiliki dua model bisnis yang
dijalankan yaitu model bisnis program kemitraan dan model bisnis budidaya puyuh.
CV SQF memiliki beberapa kendala dalam menjalankan kedua model bisnisnya
saat ini. Stakeholder yang terlibat dalam proses bisnis CV SQF dibagi menjadi dua,
yaitu stakeholder supplier dan stakeholder konsumen. Stakeholder supplier berada
dalam kategori cummunicate dan engage. Stakeholder konsumen berada dalam
kategori inform, communicate, dan engage. Berdasarkan hasil perbaikan dari
sembilan elemen model bisnis program kemitraan, perusahaan dapat meningkatkan
materi dalam kurikulum program kemitraan sesuai dengan kebutuhan peternak,
menggunakan e-learning untuk mengurangi kendala, dan membuat kegiatan nonformal untuk meningkatkan hubungan. Hasil perbaikan sembilan elemen pada
model bisnis budidaya puyuh CV SQF perusahaan dapat melakukan perbaikan
aktivitas kunci pada distribusi produk dan penyortiran telur, perbaikan data base,
penambahan proposisi nilai berupa pakan pabrik, penggunaan media online dalam
saluran pemasaran, dan pengoptimalan sumber daya utama.
Berdasarkan hasil perhitungan analisis investasi, tingkat keuntungan yang
diperoleh dalam bisnis budidaya puyuh pada pola kemitraan lebih menguntungkan
dibandingkan dengan pola mandiri. Pola kemitraan pada bisnis budidaya puyuh
yang ditawarkan oleh CV SQF dapat memberikan nilai tambah bagi peternak mitra
sehingga peternak dapat memperkecil kerugian dan mendapatkan keuntungan lebih
besar. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas dengan menggunakan switching value
pada pola kemitraan dan pola mandiri dapat disimpulkan bahwa bisnis budidaya
puyuh lebih peka terhadap perubahan harga jual dan jumlah produksi telur
dibandingkan dengan perubahan harga pakan.
Collections
- MT - Business [4063]
