Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Nilai Penyaluran Transaksi Ekspor dan Impor Dengan Metode Pembayaran Letter Of Credit
View/ Open
Date
2018Author
Mahayana, Ni Putu Ayuning Wulan Pradnyani
Syaukat, Yusman
Rachmina, Dwi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pelaksanaan ekspor impor dapat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi
nasional suatu negara. Salah satu variabel makroekonomi yang berpengaruh
adalah nilai tukar. Berdasarkan teori kondisi Marshall Lerner yang disampaikan
Caves et al. (2000) bahwa devaluasi akan memberikan dampak dalam neraca
perdagangan. Teori kondisi Marshall Lerner menyatakan bahwa devaluasi
mengakibatkan penurunan nilai impor dan berdampak sebaliknya yaitu
meningkatkan nilai ekspor.
Bank sebagai lembaga keuangan memfasilitasi kegiatan perdagangan
internasional melalui beberapa produk berbasis trade finance. Adapun produk –
produk yang ditawarkan oleh lembaga perbankan terdiri dari dua besaran produk
yaitu Letter of Credit (LC) dan Non LC yang dikenal sebagai Documentary
Collection.Adapun perbedaan mendasar atas kedua produk tersebut adalah ada
dan tidaknya peranan bank sebagai penjamin aktivitas perdagangan
internasional.Pada produk LC, bank berperan dalam memberikan jaminan
pembayaran.Sementara itu untuk produk Documentary Collection, bank hanya
memberikan jasa dalam memfasilitiasi pengiriman dan penagihan dokumen tanpa
memberikan jaminan pembayaran atas transaksi ekspor impor yang terjadi.
Berdasarkan perbedaan tersebut, produk LC relatif mampu menjembatani
kebutuhan eksportir dan importir dalam menjamin sistem pembayaran dalam
aktivitas perdagangan internasional Letter of Credit (LC) merupakan salah satu
mekanisme pembayaran yang disyaratkan oleh eksportir (Ball et al. 2014).
Bank X merupakan salah satu dari 10 besar bank dengan aset terbesar di
Indonesia. Bank X juga merupakan salah satu bank devisa yang memberikan
layanan produk LC. Berdasarkan data pencatatan kewajiban LC Bank Umum
Nasional yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan per September 2016
menunjukkan Bank X memiliki share yang mendominasi sebesar 17.7%.
Mundlak et al. (1989) menyatakan bahwa perbedaan sektor dalam aktivi-tas
perdagangan dapat memberikan dampak yang berbeda atas perubahan kondisi
ekonomi suatu negara misalnya perubahan nilai tukar. Pada penelitian tersebut
aktivitas perekonomian menjadi dua sektor dibedakan yaitu sektor pertanian dan
non pertanian. Sektor pertanian dinilai lebih tradable dibandingkan dengan sektor
non pertanian, hal ini mengakibatkan sektor pertanian lebih sensitif terhadap
perubahan nilai tukar. Pada kegiatan ekspor impor, perbedaan sektor komoditas
tersebut diduga juga akan memberikan perbedaan pengaruh atas perubahan
ekonomi suatu negara. Perbedaan yang timbul terkait ekspor impor tersebut secara
tidak langsung akan berpengaruh terhadap penyaluran nilai LC.
Secara teori, aktivitas ekspor impor akan dipengaruhi oleh perubahan
variabel makroekonomi. Penyaluran transaksi LC yang didasarkan oleh adanya
transaksi ekspor impor diduga juga akan dipengaruhi secara tidak langsung oleh
perubahan variabel makroekonomi seperti nilai tukar, inflasi dan tingkat suku bunga. Komoditas berbasis pertanian memiliki peranan yang penting dalam
neraca perdagangan nasional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel
makroekonomi seperti nilai tukar, inflasi dan BI Rateterhadap penyaluran nilai LC
pada Bank X, menganalisis perbedaan pengaruh dari perubahan variabel
makroekonomi terhadap jenis komoditas yang diperdagangkan baik pertanian
maupun non pertanian, serta merumuskan rekomendasi alternatif kebijakan dalam
pemasaran LC khususnya di Bank X. Analisis dalam penelitian ini menggunakan
Error Correction Model (ECM) untuk mengetahui keterkaitan jangka panjang
dari pengaruh variabel ekonomi dengan nilai penyaluran LC di Bank X.
Variabel makroekonomi yaitu nilai tukar, inflasi dan BI rate memiliki
keterkaitan jangka panjang terhadap nilai LC yang disalurkan melalui Bank
X.Pada jangka panjang variabel nilai tukar, inflasi dan BI rate berpengaruh
signifikan terhadap nilai LC ekspor namun jika transaksi ekspor diklasifikasikan
kembali berdasarkan komoditas yang disalurkan hasil analisis ECM menunjukkan
bahwa hanya variabel kurs dan BI Rate yang berpengaruh signifikan pada nilai
LC ekspor pertanian sedangkan pada LC ekspor non pertanian variabel yang
mempengaruhi sejalan dengan nilai LC ekspor. Nilai LC impor dalam jangka
panjang dipengaruhi secara signifikan oleh variabel inflasi dan BI rate sementara
untuk variabel kurs tidak berpengaruh signifikan. Pengaruh ini juga berlaku sama
pada nilai LC impor non pertanian, sedangkan pada LC impor pertanian hanya BI
rate yang berpengaruh secara signifikan. Diantara ketiga variabel makroekonomi
yang digunakan, hasil analisis menunjukkan variabel BI rate yang terbukti
berpengaruh signifikan dan menunjukkan pengaruh negatif untuk semua model
penelitian. Hal ini terkait dengan biaya financing yang timbul untuk produk LC
ekspor maupun impor.
Berdasarkan hasil penelitian ini, kecenderungan peningkatan kurs dapat
dimanfaatkan oleh Bank X untuk fokus pada sisi ekspor dalam rangka
meningkatkan pencapaian target revenue dari bisnis trade finance. Selain itu,
Bank X disarankan untuk dapat menetapkan pricing yang kompetitif dalam
memberikan pembiayaan untuk transaksi LC baik dari sisi ekspor maupun impor
untuk meningkatkan nilai LC yang disalurkan melalui Bank X.
Collections
- MT - Business [4063]
