View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Dampak Faktor Eksternal dan Internal Terhadap Fleksibilitas Keuangan Perusahaan Batubara

      Thumbnail
      View/Open
      full text (2.217Mb)
      Date
      2018
      Author
      Muhamad, Rezwan Rizki
      Sinaga, Bonar M.
      Andati, Trias
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Perkembangan dunia bisnis menyebabkan organisasi perlu memperhatikan perubahan yang terjadi. Menurut Prihadi (2010) fleksibilitas keuangan adalah kondisi di mana perusahaan mempunyai kelenturan dalam menghadapi situasi tidak terduga dalam pendanaannya. Awal tahun 2011 sampai 2015 harga batubara mengalami tren menurun. Penurunan harga batubara terjadi menyusul ekspansi produksi shale gas oleh Amerika Serikat (Falianti 2015). Kelebihan pasokan batubara (IEA 2013 dalam Fiyanto 2014). Meningkatnya kampanye energi bersih internasional membuat banyak negara mengurangi pemakaian batubara sebagai sumber energi pembangkit listrik (Bintang 2016). Ekonomi Tiongkok sebagai salah satu negara pengimpor batubara terbesar, mengalami penurunan pada tahun 2015 berdampak kepada permintaan komoditas batubara. Kejadian tersebut bersamaan dengan menurunnya ekspor batubara Indonesia. Penurunan ekspor terbesar pada tahun 2015 terjadi pada negara Tiongkok, India, dan Korea Selatan. Saat yang bersamaan tren earning before interest and tax dan sales perusahaan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Tahun 2011-2015 cenderung menurun. Fleksibilitas keuangan berkaitan dengan liabilitas karena industri batubara merupakan industri yang membutuhkan modal besar, oleh karena itu jika hanya menggunakan modal internal mungkin tidak akan cukup. Perusahaan batubara harus menggunakan alternatif sumber pendanaan lain berupa pendanaan eksternal dengan cara berhutang. Jika perusahaan gagal memenuhi kewajibannya kepada pihak yang memberikan pinjaman akan menyebabkan perusahaan tidak memiliki fleksibilitas keuangan. Perusahaan dengan nilai Debt Service Coverage Rasio (DSCR) lebih kecil dari 1.20 dinyatakan tidak memiliki fleksibilitas keuangan (Ruster1996). nilai rata-rata DSCR perusahan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011-2015 terdapat perusahaan yang memiliki fleksibilitas keuangan dan tidak memiliki fleksibilitas keuangan. Oleh karena itu, perlu diteliti kondisi fleksibilitas keuangan, faktor-faktor eksternal dan internal perusahaan yang memengaruhi kinerja perusahaan dan dampaknya terhadap fleksibilitas keuangan perusahaan batubara. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis: (1) kondisi fleksibilitas keuangan perusahaan batubara, (2) faktor-faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan batubara, dan (3) dampak faktor eksternal dan internal terhadap fleksibilitas keuangan perusahaan batubara. Model Fleksibilitas Keuangan Perusahan Batubara yang dibangun dalam penelitian merupakan sistem persamaan recursive, terdiri dari 24 persamaan atau 24 variabel (G) dan total variabel dalam model, yaitu variabel endogen dan variabel predetermin 56 variabel (K). Jumlah variabel endogen dan eksogen yang masuk dalam satu persamaan maksimal tertentu dalam model 7 variabel (M) dengan demikian diperoleh hasil (K – M) > (G – 1) sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh persamaan struktural dinyatakan teridentifikasi secara berlebih (overidentified). Selanjutnya, metode estimasi model yang digunakan adalah 2SLS (Two Stage Least Square). Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data panel terdiri dari 5 perusahaan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011-2015, yaitu: PT Adaro Energy Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT Bayan Resources Tbk, dan PT Delta Dunia Propindo Tbk. Hasil penelitian menunjukan perusahaan yang memiliki fleksibilitas keuangan yaitu PT Adaro Energy Tbk, PT Tambang Bukit Asam Tbk, PT Indo Tambang Raya Tbk, dan PT Bayan Resources Tbk. Perusahaan yang tidak memiliki fleksibilitas keuangan yaitu PT Delta Dunia Propindo Tbk. Jumlah penjualan batubara ekspor, jumlah penjualan batubara dalam negeri, earning before interest and tax, earning before interest tax depreciation and amortisation, pembayaran hutang bank, dan pembayaran hutang sewa pembiayaan dipengaruhi variabel lag t-1 masing-masingnya. Earning before interest and tax dipengaruhi laba kotor dan beban operasi. Depresiasi dan amortisasi dipengaruhi total aset. Earning before interest tax depreciation and amortisation dipengaruhi variabel depresiasi dan amortisasi. Dampak faktor eksternal dan internal terhadap fleksibilitas keuangan perusahaan batubara, sebagai berikut: (a) jika penurunan produk domestik bruto Tiongkok 2% dan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap USD 2%, yang di antisipasi dengan menurunkan harga pokok produksi 5%, beban umum dan administrasi, dan beban penjualan dan pemasaran 10% berdampak terhadap peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan 31.47% (debt service coverage ratio menjadi 1.34), (b) jika penurunan harga batubara di pasar internasional 2% dan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap USD 2%, yang di antisipasi dengan menurunkan harga pokok produksi, beban umum dan administrasi, dan beban penjualan dan pemasaran 10% berdampak terhadap peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan 25.06% (debt service coverage ratio menjadi 1.28), (c) Jika kebijakan pemerintah Domestik Market Obligation (DMO), jumlah penjualan dalam negeri di tambah 5 juta ton/tahun pada tingkat harga yang berlaku berdampak terhadap peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan 35.25% (debt service coverage ratio menjadi 1.38), (d) jika kebijakan pemerintah Domestik Market Obligation (DMO), jumlah penjualan dalam negeri di tambah 5 juta ton/tahun dan harga batubara dalam negeri ditetapkan pemerintah 70USD/ton berdampak terhadap peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan 14.50% (debt service coverage ratio menjadi 1.17), dan (e) jika kebijakan pemerintah Domestik Market Obligation (DMO), jumlah penjualan dalam negeri di tambah 5 juta ton/tahun dan harga batubara dalam negeri diusulkan perusahaan sebesar 85USD/ton berdampak terhadap peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan 56.96% (debt service coverage ratio menjadi 1.60).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167926
      Collections
      • MT - Business [4062]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository