Perencanaan Strategik Pada Perusahaan Pakan Ternak (Studi Kasus Pt Charoen Pokphand Indonesia Tbk)
Abstract
Peningkatan konsumsi daging ayam dan telur membuat industri pakan
ternak sebagai industri penunjang input produksi mengalami perkembangan pesat.
Unit bisnis pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (PT CPIN)
merupakan salah satu produsen pakan ternak dengan kapasitas produksi dan
market share terbesar di Indonesia. Permasalahan yang dihadapai oleh unit bisnis
pakan ternak PT CPIN adalah penurunan margin laba bruto yang disebabkan oleh
regulasi impor yang menyebabkan bahan baku jagung sebagai sumber energi
harus dapat dipenuhi dari jagung lokal, dimana kontinyuitas supply bahan baku
jagung lokal berkualitas harus dipenuhi dengan penambahan biaya.
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh unit bisnis pakan ternak PT
CPIN, maka diperlukan perencanaan strategi yang menghasilkan daya saing
berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi
faktor yang mempengaruhi daya saing industri pakan ternak di Indonesia; 2)
Menganalisa posisi strategi unit bisnis pakan ternak PT CPIN dalam industri
pakan ternak Indonesia; 3) Merumuskan alternatif strategi yang dapat digunakan
untuk mendapatkan daya saing yang berkelanjutan bagi PT CPIN; dan 4) Memilih
strategi prioritas yang tepat untuk mendapatkan daya saing yang berkelanjutan
bagi PT CPIN serta siapa aktor yang paling mempengaruhi.
Matriks IE memperlihatkan bahwa posisi unit bisnis pakan ternak PT CPIN
terdapat pada kuadran I. Alternatif strategi yang dapat ditawarkan berdasarkan
analisis matriks SWOT adalah 1) Meningkatkan produksi pakan ternak dengan
tetap mempertahankan kualitas produk; 2) Meningkatkan penelitian pemanfaatan
bahan baku lokal bekerja sama dengan perguruan tinggi dan Balitnak; 3)
Memanfaatkan asosiasi untuk memecahkan permasalahan bersama dengan
stakeholders terkait dan 4) Efisiensi biaya.
Hasil sintesis ANP BOCR didapatkan hasil bahwa faktor yang paling
penting untuk menentukan daya saing industri pakan di Indonesia adalah faktor
kondisi (27,78%). Faktor ancaman eksternal paling berpengaruh yaitu regulasi
impor (32,1%) dan masalah internal paling utama adalah kontinyuitas bahan baku
dari dalam negeri (58,29%). Peluang utama bagi perusahaan adalah adanya
penemuan teknologi analisis bahan baku dengan NIR (39,84%) dan kekuatan
internal paling utama dari sebuah perusahaan pakan ternak adalah brand image
dari produk perusahaan tersebut (33,16%). Prioritas strategi yang dipilih oleh
responden sebagai cara untuk meningkatkan daya saing pakan ternak di Indonesia
adalah efisiensi biaya (29,0%) dengan aktor yang paling mempengaruhi adalah
peternak (16,97%).
Collections
- MT - Business [4062]
