Pengaruh Branding Strategy dan Market Share Dalam Membentuk Brand Equity Mie Sedaap
View/ Open
Date
2018Author
Handayani, Christifani
Nurrochmat, Dodik Ridho
Wijayanto, Hari
Metadata
Show full item recordAbstract
Persaingan bisnis dan perkembangan teknologi yang begitu cepat bukan
lagi fokus pada persaingan dalam hal kualitas, harga dan promosi, melainkan
persaingan merek. Perusahaan yang memiliki merek yang kuat dinilai memiliki
keunggulan yang sangat baik serta dapat merangsang konsumen serta
mennciptakan pasar baru demi mencapai keuntungan kompetitif dan akan lebih
mudah melancarkan berbagai macam strategi pemasaran untuk unggul dalam
persaingan. Perusahaan yang sadar terhadap suatu merek menyadari bahwa merek
menjadi identitas diri dan menjadi nilai tambah dalam menjual produknya.
Menyusun branding strategy atau strategi merek menjadi salah satu cara untuk
meningkatan pangsa pasar. Strategi merek adalah suatu manajemen merek yang
bertujuan untuk mengatur semua elemen merek dalam kaitannya dengan sikap
dan perilaku konsumen dapat juga diartikan sebagai suatu sistem komunikasi
yang mengatur semua kontak poin dengan suatu produk atau jasa atau organisasi
itu sendiri dengan stakeholder dan secara langsung mendukung bisnis strategi
secara keseluruhan.
Mie Sedaap adalah salah satu produk mie instan dari Wings Group yang
berada pada posisi kedua setelah pangsa pasar terbesarnya. Memahami strategi
merek terhadap respon pasar adalah kunci sukses untuk menguasai pangsa pasar
serta membentuk kekuatan merek dibenak konsumen. Berdasarkan permasalah
diatas, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh branding strategy
terhadap market share mie sedaap, menganalisis seberapa besar hubungan
branding strategy terhadap market share mie sedaap, menganalisis hubungan
market share terhadap brand equity mie sedaap, menganalisis hubungan branding
strategy terhadap brand equity mie sedaap, dan yang terakhir adalah mencari
implikasi managerial bagi peruahaan yang dapat diterapkan dalam menjalankan
strategi kedepan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer
dan data skunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah purposive sampling dengan kriteria calon responden sebagai sampel
adalah masyarakat yang mengkonsumsi mie instan minimal 3x dalam satu minggu
terakhir saat pengambilan responden penelitian berlangsung. Jumlah responden
dalam penelitian ini sebanyak 145 responden. Data tersebut ditabulasi melalui
pendekatan deskriptif berdasarkan karakteristik jenis kelamin, pekerjaan,
pendapatan, dan usia. sebanyak 62.8 persen berjenis kelamin wanita dan sisanya
37.2 persen berjenis kelamin laki-laki. Profesi terbesar dari responden yang
dimiliki adalah sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebesar 56.6 persen dari total
responden. jumlah pendapatan rata-rata perbulan responden yang paling banyak
adalah kisaran Rp. 3.000.000-Rp.7.000.000/bulan sebanyak 49 responden,
kemudian sebanyak 41 responden memiliki jumlah pendapatan dengan rata-rata <
Rp. 3.000.000. Usia yang paling dominan adalah dengan rentan usia 26–35 tahun,
yaitu dengan persentase 44.8 persen.
Collections
- MT - Business [4062]
