Strategi Efektivitas Penyaluran Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Kelautan dan Perikanan
View/ Open
Date
2018Author
Lubis, Sharah Gita Kalila
Firdaus, Muhammad
Maulana, Tb.Nur Ahmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang
dapat menjadi sumber penghidupan bagi warga negara. Namun, kontribusi PDB
Lapangan Usaha Sub Sektor Perikanan terhadap Sektor Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan masih sebesar 19.03 persen di tahun 2016. Berdasarkan Rencana Kerja
Pemerintah (RKP) tahun 2016, target untuk produksi hasil kelautan dan perikanan
adalah 35.41 juta ton. Namun, realisasi produksi hasil kelautan dan perikanan
tahun 2016 adalah 29.58 juta ton, sehingga dapat dikatakan belum mencapai target.
Apabila dibandingkan dengan target tahun 2017, yaitu sebesar 39.43 juta ton,
maka produksi hasil kelautan dan perikanan tahun 2016 masih sekitar 83.54
persen. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung pencapaian Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah pusat melalui
dana perimbangan yang salah satunya adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk
mendanai pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam RKP.
Meskipun demikian, sejak dianggarkannya DAK hingga saat ini masih
terdapat banyak kendala dalam proses penyalurannya, baik dari segi teknis
maupun non teknis. Efektivitas dari penyaluran DAK merupakan salah satu faktor
yang mendukung pencapaian target dalam dokumen RPJMN. Hal ini dapat
dibuktikan dari nilai realisasi kegiatan penyaluran DAK yang masih belum
memuaskan. Nilai realisasi keuangan DAK Kelautan dan Perikanan berdasarkan
data dari Kementerian Keuangan tahun 2016 adalah 83.14 persen, sedangkan
untuk tahun 2017 per tanggal 31 Oktober 2017 adalah 72.78 persen. Keputusan
Menteri Dalam Negeri Nomor 690.900-327 tahun 1996 tentang Kriteria Penilaian
dan Kinerja Keuangan, penetapan tingkat efektivitas anggaran belanja untuk
kisaran 80 – 90 persen termasuk dalam kriteria cukup efektif. Kriteria ini masih
belum mencapai harapan. Oleh karena itu, masih diperlukan strategi agar ke
depannya realisasi DAK KP bisa terus meningkat ke kriteria yang lebih baik.
Penelitian ini merupakan studi empiris menggunakan data primer dan data
sekunder. Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini adalah analisis
data regresi data panel dengan metode Fixed Effect Model menggunakan software
Eviews 8 dan analisis perumusan strategi menggunakan matriks Strengths -
Weakness – Opportunities – Threats (SWOT). Berdasarkan hasil regresi data panel,
variabel DAK KP tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi perikanan
tangkap, namun berpengaruh signifikan terhadap produksi perikanan budidaya.
Hasil analisis perumusan strategi bersaing dengan matriks Strengths - Weakness
– Opportunities – Threats (SWOT) menunjukkan bahwa pemerintah daerah berada
pada kuadran ke III (Run Around Strategy). Strategi yang direkomendasikan
adalah strategi WO, yaitu meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan
peluang.
Collections
- MT - Business [4063]
