Pengaruh Bauran Pemasaran dan Pengetahuan Konsumen Terhadap Keputusan Konsumen Masker Kefir
View/ Open
Date
2018Author
Anindityo. Mohammad
Sumarwan, Ujang
Tinaprilla, Netti
Metadata
Show full item recordAbstract
Pesatnya perkembangan serta peluang bisnis yang dijanjikan dari bisnis
berbasis E-Commerce, menjadi salah satu daya tarik bagi para produsen dalam
mengembangkan atau bahkan memulai binisnya. Tidak dipungkiri bahwa
kemudahan yang ditawarkan bagi konsumen, merupakan nilai tambah dari bisnis
E-Commerce, sehingga peluang tersebut menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Adapun salah satu produk yang saat ini memiliki potensi bisnis yang menjanjikan
adalah masker kefir, yang merupakan produk kesehatan dan kecantikan turunan
dari produk agribisnis. Menariknya, hingga saat ini produk tersebut paling populer
didapatkan dari media online berbasis internet, dan belum ada perusahaan
berskala industri yang menguasai pasar dari produk tersebut, sehingga peluang
untuk memasuki pasar tersebut masih terbuka lebar bagi pemilik usaha berskala
kecil, bahkan rumah tangga.
Terbuka lebarnya peluang bagi produsen produk masker kefir bukan berarti
tanpa hambatan, terlebih karena pemasaran dari produk tersebut masih
mengandalkan media online. Oleh karenanya, penting bagi para penjual produk
masker kefir untuk mengetahui hal-hal yang menjadi pertimbangan konsumen
dalam membeli produk tesebut, agar dapat dirumuskan strategi yang tepat dalam
memasarkannya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Variabel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah bauran pemasaran (yang terdiri dari produk, harga,
saluran distribusi dan promosi), pengetahuan konsumen, dan keputusan
konsumen. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada para pengguna masker
kefir. Alat bantu analisis yang digunakan adalah structural equation modelling
(SEM) dengan menggnakan software LISREL.Berdasarkan hasil penelitian
terhadap konsumen masker kefir, dapat diperoleh kesimpulan bahwa sebagian
besar responden memiliki pengetahuan yang tinggi mengenai berbagai macam
informasi tentang masker kefir. Hal tersebut tercermin dari persentase responden
yang menjawab benar lebih dari 90% untuk delapan dari sepuluh butir pertanyaan.
Selain itu, karena variabel pengetahuan konsumen memiliki nilai loading factor
tertinggi, maka dapat dikatakan bahwa variabel pengetahuan yang dibentuk oleh
empat indikator antara lain ciri produk, tempat memperoleh, bahan dasar, dan
manfaat memiliki kontribusi yang lebih tinggi dibandingkan variabel lainnya
terhadap keputusan konsumen masker kefir. Maka dari itu dapat disimpulkan
bahwa proses keputusan konsumen masker kefir lebih banyak dipengaruhi oleh
seberapa informasi tentang masker kefir yang dimiliki oleh konsumen,
dibandingkan elemen-elemen pembentuk bauran pemasaran produk. Pengetahuan
meliputi ciri khas yang dimiliki, tempat memperoleh, bahan dasar, serta manfaat
mengkonsumsi masker kefir.
Collections
- MT - Business [4063]
