Strategi Perencanaan Model Bisnis Perusahaan Jasa Konsultan Arsitektur dan Jasa Kontraktor Pt Architectaria Media Cipta
View/ Open
Date
2018Author
Amin, Amirullah Muhammad
Baga, Lukman M.
Tinaprilla, Netti
Metadata
Show full item recordAbstract
Jumlah perusahaan yang bergerak didalam industri jasa konstruksi pada
tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 1 871
dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 375 perusahaan setiap tahunnya. Tingginya
persaingan usaha di dalam industri konstruksi membuat PT Architectaria Media
Cipta (yang selanjutnya disebut PT AMC) perlu memiliki model bisnis dan
strategi pengembangan bisnis yang jelas dan terperinci untuk tetap dapat bertahan
di dalam industri konstruksi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menggambarkan dan memperbaiki model bisnis yang dijalankan oleh PT AMC
berdasarkan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dan analisis StrengthWeakness-Opportunity-Threat (SWOT), selanjutnya menyusun prototipe model
bisnis baru bagi PT AMC di masa mendatang dengan menggunakan pendekatan
Blue Ocean Strategy (BOS).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, PT AMC memiliki beberapa
kendala di dalam menjalankan model bisnisnya saat ini, kendala tersebut terdapat
pada elemen proposisi nilai, segmen pelanggan, hubungan pelanggan, dan saluran.
Hasil analisis SWOT pada elemen menunjukkan bahwa terdapat faktor internal
dan eksternal yang menjadi kekuatan dan kelemahan bagi perusahaan dalam
menjalankan model bisnisnya. Terdapat tujuh elemen yang harus diperbaiki
secara major, dan dua elemen diperbaiki secara minor. PT AMC perlu melakukan
perbaikan pada sembilan elemen model bisnis perusahaan dimasa mendatang,
prototipe model bisnis baru dibuat dengan proposisi nilai baru dengan membidik
segmen pelanggan baru untuk meningkatkan arus pemasukan baru bagi
perusahaan.
Penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan strategi
perencanaan model bisnis bagi perusahaan yang bergerak didalam industri
konstruksi di Indonesia. Hasil identifikasi model bisnis yang saat ini dijalankan
oleh perusahaan dan analisis SWOT pada sembilan unsur BMC menunjukkan
bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan dan
kelemahan bagi perusahaan dalam menjalankan model bisnisnya. Ada tujuh unsur
yang harus diperbaiki secara major dan dua unsur diperbaiki secara minor.
Prototipe model bisnis baru dibuat dengan proposisi nilai baru yaitu membuat
produk home and office furnishings dengan desain yang unik, ukuran yang fixed,
bobot yang ringan sehingga dapat dijual secara massal melalui webstore dan
marketplace. Produk inovatif dibuat dengan memanfaatkan material sisa dengan
konsep re-use dan re-cycle, sehingga harga jual produk tetap murah. Implikasi
manajerial hasl penelitian merekomendasikan sembilan poin penting yang harus
dilakukan dan menjadi kunci keberlangsungan model bisnis PT AMC dimasa
mendatang.
Collections
- MT - Business [4063]
