Pengaruh Skkni dan Kompetensi Sdm Terhadap Pengembangan Sdm Di Unit Profesi Sdm Dalam Menghadapi Era Mea
View/ Open
Date
2018Author
Mahdane, Afri
Hubeis, Musa
Kuswanto, Sadikin
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia merupakan salah satu dari beberapa negara yang memberikan
komitmen untuk penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tahun 2016
merupakan tahun awal diberlakukannya kesepakatan MEA, maka masyarakat
Indonesia harus berbenah diri agar dapat menjadi pelaku dalam MEA atau bukan
menjadi penonton. Sampai saat ini masih ada beberapa permasalahan yang
dihadapi oleh Indonesia, yaitu permasalahan infrastruktur, energi, kemudahan
dalam berbisnis dan keahlian tenaga kerja
Tenaga kerja atau Sumber Daya Manusia (SDM) ahli atau profesional
yang diinginkan oleh perusahan. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kompetensi
SDM, pemerintah telah merumuskan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia (SKKNI). Pemerintah telah mensahkan beberapa standar kompetensi
kerja nasional di berbagai bidang, salah satunya di bidang Manajemen SDM
(MSDM). SKKNI ini berlaku secara nasional sebagai bahan acuan
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan profesi, uji kompetensi dan sertifikasi
profesi di bidang MSDM. Standar ini telah disahkan oleh menteri tenaga kerja dan
transmigrasi pada tanggal 9 September 2014. SKKNI berisi kompetensikompetensi yang berkaitan dengan manajemen SDM yang relevan dengan
berbagai jenis bidang usaha.
Secara teori dan prakteknya, SKKNI ini dapat diterapkan dan diadopsi
oleh perusahan dalam perumusan kebijakan perusahan, dan stategi perusahaan di
bidang SDM. Namun demikian di dalam SKKNI tidak mengharuskan perusahaan
menerapkan atau mengadopsi, serta belum adanya peraturan pemerintah yang
mengharuskan perusahaan menerapkan standar tersebut di perusahaan. Oleh
karena itu, SKKNI ini hanya terlihat sebagai dokumen hasil kerja pemerintah
yang tidak dikonsumsi atau digunakan oleh para pemangku kepentingan
(stakeholder) yang terkait dalam pengembangan SDM dalam menyongsong MEA.
Untuk itu dilakukan penelitian berjudul penerapan dan pengaruh SKKNI terhadap
kebijakan perusahaan terkait dengan pengembangan SDM.
Populasi pada penelitian ini adalah anggota kelompok profesi MSDM
yang berjumlah 247 orang. Penarikan contoh pada penelitian ini dilakukan kepada
anggota kelompok yang tergabung dalam kelompok profesi MSDM dengan cara
purposif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survei
yang melibatkan 51 orang responden. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil
penelitian ini menunjukkan SKKNI tidak berpengaruh nyata terhadap kompetensi
SDM, kebijakan perusahaan dan pengembangan profesi SDM. Hal ini
menunjukkan SKKNI belum digunakan sebagai standar dalam menilai
kompetensi SDM, kebijakan perusahaan dan pengembangan profesi SDM.
Hasil penelitian menunjukkan kompetensi SDM berpengaruh nyata terhadap
Kebijakan Perusahaan tetapi kompetensi SDM tidak berpengaruh nyata terhadap
pengembangan profesi SDM. Hal ini menunjukkan kompetensi SDM digunakan dalam membuat suatu kebijakan perusahaan. Namun kompetensi SDM belum
digunakan untuk pengembangan profesi SDM.
Hasil penelitian juga menunjukkan kebijakan perusahaan berpengaruh nyata
terhadap pengembangan profesi SDM, maka segala kegiatan untuk pengembangan
profesi SDM harus diatur di dalam kebijakan perusahaan.
Collections
- MT - Business [4062]
