Analisis Pengaruh Variabel Makro dan Mikro Terhadap Risiko Kredit/ Pembiayaan Perbankan Di Indonesia
View/ Open
Date
2018Author
Farika, Miftahul
Achsani, Noer Azam
Johan, Suwinto
Metadata
Show full item recordAbstract
Risiko kredit/pembiayaan merupakan salah satu bisnis utama perbankan, juga
erat kaitannya dengan pertumbuhan kredit/pembiayaan. Kredit/pembiayaan macet
berdampak negatif terhadap kinerja perbankan akan meningkatkan NPL (Non
Performing Loan)/NPF (Non Performing Financing), untuk memperbaiki kinerja
perbankan khususnya BUMN biasanya melakukan praktik hapus buku kredit macet.
Pada tahun 2016 nilai hapus buku kredit macet empat bank BUMN mencapai Rp
24.725 miliar dimana jumlah ini naik sebesar 7.082 miliar dibandingkan tahun
sebelumnya. Peningkatan hapus buku tersebut diikuti dengan melonjaknya NPL
bank BUMN pada tahun lalu. Risiko kredit/pembiayaan biasa diukur dengan NPL
untuk bank konvensional dan NPF untuk bank syariah.
Kondisi pertumbuhan kredit/pembiaayan dan risiko kredit/pembiayaan
tentunya dipengaruhi oleh baik faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini
dilakukan untuk menganalisa variabel makroekonomi dan mikroekonomi. Variabel
makroekonomi yaitu GDP, nilai tukar, Indeks Harga Konsumen, SBI/SBIS, dan
jumlah uang beredar. Untuk pengaruh faktor internal yang diteliti yakni Loan to
Deposit Ratio (LDR)/Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital to Adequacy Ratio
(CAR), dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO). Penelitian ini
menggunakan data time series bulanan dari April 2008 sampai dengan Desember
2016. Penelitian menggunakan metode VAR/VECM dengan alat bantu analisis
menggunakan software E-views 9.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pemberian kredit, bank
konvensional dan bank syariah perlu untuk memperhatikan kondisi faktor-faktor
eksternal seperti SBI/SBIS, jumlah uang beredar, GDP dan inflasi (IHK) untuk
meminimalisir risiko kredit. Bank konvensional dan bank syariah juga perlu untuk
memperhatikan nilai CAR karena mempengaruhi pertumbuhan kredit/pembiayaan
dan risk barrier. Dalam keadaan ekonomi lesu, bank konvensional sebaiknya lebih
berhati-hati dalam menyalurkan kredit dan memperhatikan keberadaan bank
syariah sebagai pesaing, karena displaced commercial risk mungkin terjadi.
Collections
- MT - Business [4063]
