Optimalisasi Manajemen Operasi Truk Peti Kemas Untuk Menekan Biaya Logistik Di Pelabuhan Tanjung Priok (Studi Kasus: Kso Terminal Peti Kemas Koja)
View/ Open
Date
2018Author
Herdian, Tedy
Kusumastanto, Tridoyo
Sartono, Bagus
Metadata
Show full item recordAbstract
Pelabuhan Tanjung Priok masih menghadapi masalah kemacetan akibat
meningkatnya kedatangan truk peti kemas pada waktu bersamaan, biasanya terjadi
dari mulai Hari Kamis hingga Sabtu. Fenomena antrian truk peti kemas yang
berujung kepada kemacetan terjadi di berbagai pelabuhan dunia. Kemacetan ini bisa
berdampak sangat luas dari mulai terlambatnya barang ke sampai ke tujuan,
peningkatan polusi di sekitar pelabuhan, dan tingginya biaya logistik untuk sektor
transportasi.
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji optimalisasi manajemen operasi truk
peti kemas. Penelitan ini menunjukan bahwa kemacetan terjadi sebagai dampak
dari kurang optimalnya pengelolaan truk peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.
Hal ini bisa dilihat secara jelas bahwa truk peti kemas yang melakukan kegiatan
pick up/ ekspor membawa peti kemas pada saat masuk terminal dan keluar terminal
tanpa membawa peti kemas (empty trip). Namun sebaliknya untuk kegiatan
delivery/ impor truk masuk terminal tanpa membawa peti kemas (empty trips) dan
keluar terminal membawa peti kemas.
Desain penelitian menggunakan descriptive design untuk mengetahui
fenomena kemacetan dengan menganalisis pola kegiatan dan menganalisis
perjalanan kosong (empty trips) truk peti kemas. Metode pengumpulan data secara
populasi truk peti kemas yang masuk/keluar Terminal Peti Kemas Koja tahun 2015-
2016 (1.115.344 raw data), In depth interview kepada Ketua Asosiasi truk peti
kemas dan para praktisi lainnya, wawancara kepada 487 sopir truk dan aplikasi
google maps untuk mengetahui jarak.
Model simulasi dengan vehicle routine problem with simultaneous pick up
and delivery (VRPSPD) digunakan untuk mengetahui secara kuantitatif berapa
jumlah potensi efisiensi yang bisa dihasilkan apabila pola kegiatan ini digunakan di
Pelabuhan Tanjung Priok. Pola VRPSPD ini seharusnya bisa menjadi best practice
dan unik karena sudah dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok namun jumlahnya
masih sangat sedikit.
Hasil simulasi pada tahun 2016 menunjukan potensi efisiensi sebanyak
1.194.806 gerakan truk yang tidak perlu dilakukan, sehingga bisa mengurangi jarak
21.625.984 km dan mengurangi konsumsi BBM antara 8.650.396 liter - 14.417.324
liter dan potensi mengurangi biaya logistik terhadap bahan bakar antara Rp
45.746.362.683 - Rp 76.243.937.806.
Collections
- MT - Business [4062]
