Kompetisi Antar Terminal Peti Kemas Studi Kasus Pelabuhan Tanjung Priok
View/ Open
Date
2018Author
Amin, Toufiq Al
Adrianto, Luky
Sartono, Bagus
Metadata
Show full item recordAbstract
Artikel ini menginvestigasi kompetisi antar terminal petikemas di Pelabuhan
Tanjung Priok. Tujuan utama artikel ini adalah untuk dapat melihat kondisi
persaingan antar terminal petikemas dan perilaku terminal petikemas dan
perusahaan pelayaran dalam pengambilan keputusan penentuan terminal. Analisa
empirik digunakan terhadap hasil survey kuisioner kepada perusahaan pelayaran
berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan pilihan penggunaan jasa
terminal peti kemas.
Pengujian ANOVA digunakan untuk menguji penilaian yang diberikan oleh
responden dari faktor-faktor yang membentuk penilaian performa terminal
petikemas, sedangkan perbandingan penilaian responden terhadap satu terminal
petikemas dengan terminal petikemas yang lain dilakukan dengan pengujian
Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari pengujian statistik membuktikan bahwa
tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari performa yang ditawarkan oleh
keempat terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Sejalan dengan hasil
pengujian statistik, hasil analisa biaya dengan perhitungan real cost menunjukkan
perbedaan nilai estimasi pangsa pasar dengan nilai real pangsa pasar yang sangat
signifikan, terutama pada terminal JICT, MAL dan PTP. Selanjutnya, Analisa
game theory digunakan untuk mengembangkan model dasar dari kompetisi antar
terminal peti kemas dan antar perusahaan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok
melalui pemodelan fungsi permintaan peti kemas, fungsi biaya keterlambatan
akibat tundaan, dan fungsi keuntungan dari terminal peti kemas dan perushaan
pelayaran, dengan fungsi permintaan terminal diasumsikan linear dilakukan
analisa game theory melalui pendekatan non-cooperative two stage.
Hasil analisis game theory dalam kompetisi duopoly menunjukkan bahwa
ketika utilitas kapasitas terminal (CU) kecil, perbedaan tarif terminal secara
signifikan akan memindahkan permintaan ke terminal yang lebih murah.
Sebaliknya, bila kapasitas utilitas (CU) dari kedua terminal peti kemas besar,
pergeseran permintaan menjadi inelastis dengan selisih tarif terminal. Selanjutnya,
dari sisi ekspansi terminal, ekspansi kapasitas di kedua terminal akan menurunkan
tarif. secara keseluruhan artikel ini dapat membantu analisis lanjutan tentang
peningkatan kemampuan terminal peti kemas dan memungkinkan terminal untuk
mengetahui dan menyeimbangkan tingkat permintaan dan kapasitasnya sehingga
dapat digunakan untuk menyusun strategi jangka panjang. Artikel ini juga dapat
memberikan pengetahuan yang lebih baik terhadap kriteria perusahaan pelayaran
saat memilih terminal peti kemas.
Collections
- MT - Business [4063]
