Formulasi Strategi Pemasaran Program English As Second Language (Esl) Pada Pt Pendidikan Prima Utama
View/ Open
Date
2018Author
Wanodyanti, Niken Dyah
Fahmi, Idqan
Maulana, Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
PT Pendidikan Prima Utama sebagai perusahaan penyedia jasa program
pendidikan bahasa Inggris memasarkan programnya di Tangerang Selatan. Salah
satu progam jasa pendidikan PT Pendidikan Prima Utama adalah English as
Second Language (ESL). Program ESL ini merupakan program peningkatan
keterampilan bahasa Inggris peserta didik yang memfokuskan bahasa Inggris
sebagai media komunikasi. Program ESL ini dijual dengan sistem paket dan
masuk ke dalam intrakurikuler sekolah. Selama dua tahun menjalankan
programnya, PT Pendidikan Prima Utama belum mencapai targetnya. Oleh karena
itu, perusahaan perlu melakukan evaluasi baik dari pihak manajemen perusahaan
maupun klien.
Penelitian ini dilaksanakan di sekolah-sekolah daerah Tangerang Selatan
yang menjadi klien PT Pendidikan Prima Utama. Sekolah-sekolah yang menjadi
klien PT Pendidikan Prima Utama, antara lain TK Al Azhar 19, TK Al Falaah,
SDI Al Azhar 15, SDI Al Falaah, SDI At Taqwa, SDI Al Hidayah, dan SMP Al
Falaah. Data dikumpulkan melalui survei dengan bantuan kuesioner. Wawancara
dilakukan terhadap pihak manajemen perusahaan dan kepala sekolah.
Pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner dilakukan kepada guru
implementor ESL. Teknik pengambilan sampel di dalam penelitian ini dilakukan
dengan cara purposive sampling. Kriteria pemilihan sampel tersebut adalah
konsumen yang yang menjadi klien PT Pendidikan Prima Utama (kepala sekolah
dan guru implementor ESL) dan manajemen PT Pendidikan Prima Utama sebagai
pihak internal. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 72 orang. Guru
implementor sebanyak 62 orang. Kepala sekolah sebanyak tujuh orang.
Manajemen perusahaan sebanyak tiga orang.
Penelitian ini termasuk dalam proses Customer Development Model (CDM)
pada tahap customer creation. Customer creation bertujuan memberikan
pengalaman yang mendorong permintaan pasar langsung ke saluran penjualan
perusahaan. Tahap yang dilakukan dalam customer creation adalah identifikasi
BMC saat ini, survei persepsi konsumen, dan perbaikan BMC. Metode yang
digunakan untuk analisis persepsi konsumen adalah SERVQUAL dengan lima
dimensi (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy). Analisis
ini bertujuan mengetahui seberapa baik atau buruk layanan yang diberikan
penyedia jasa kepada konsumennya. Dalam penelitian ini telah diukur gap 5 yaitu
kesenjangan antara jasa yang dialami dan jasa yang diharapkan oleh pelanggan.
Hasil survei konsumen digunakan untuk perbaikan BMC perusahaan saat ini.
Evaluasi strategi pemasaran lama dan BMC baru digunakan untuk merumuskan
strategi pemasaran baru.
Collections
- MT - Business [4062]
