Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Terhadap Struktur Modal Subsektor Properti dan Real Estate Di Bursa Efek Indonesia 2006-2015
View/ Open
Date
2018Author
Budiman, Arief Seantero
Irawan, Tony
Anggraini, Lukytawati
Metadata
Show full item recordAbstract
Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus meningkat, menyebabkan
kebutuhan akan properti dan real estate juga meningkat. Namun, masih terdapat
kesenjangan antara kebutuhan akan rumah tinggal (properti residensial) dengan
ketersediaanya (Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter 2011). Selain itu, pada
beberapa tahun terakhir pertumbuhan supply properti komersial juga mengalami
perlambatan seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor
ini masih memiliki potensi untuk berkembang melihat dari peningkatan investasi
secara langsung, tercatat dalam lima tahun terakhir investasi di pasar properti dan
real estate mengalami kenaikan.
Sub sektor properti dan real estate merupakan sub sektor yang padat akan
modal, dimana modal dialokasikan sebagai dana dalam proses pembelian tanah dan
konstruksi, demikian perusahaan memerlukan modal besar yang berasal dari
ekternal. Kebutuhan dana tidak lepas dari keputusan kebijakan manajemen dalam
penggunaan struktur modal melalui modal sendiri dan utang. Adapun faktor-faktor
yang mempengaruhi struktur modal yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Oleh
karena itu tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan struktur modal perusahaan. Objek dalam penelitian ini
adalah perusahaan yang bergerak pada sub sektor properti dan real estate yang
sesuai dengan kriteria penelitian (15 emiten) dengan periode penelitian dari 2006-
2015. Metode yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor adalah regresi data
panel.
Berdasarkan hasil analisis perusahaan pada sub sektor properti dan real estate
menggunakan kebijakan struktur modal yang megikuti konsep pecking order
theory. Faktor fundamental yang signifikan berpengaruh terhadap struktur modal
perusahaan diantaranya adalah pertumbuhan asset perusahaan (Growth), likuiditas
yang berpengaruh negatif terhadap STDA. Sedangkan tangibility, umur
perusahaan, dan Non Debt Tax Shield berpengaruh positif terhadap LTDA.
Kemudian faktor makroekonomi (eksternal) yang berpengaruh signifikan adalah
PDB yang berpengarih negatif baik terhadap STDA maupun LTDA serta SBI
berpengaruh negatif terhadap STDA.
Penelitian ini merekomendasikan manajemen perusahaan untuk tetap pada
konsep pecking order theory. Selain itu, perusahaan perlu memperhatikan likuiditas
perusahaan dimana hal ini akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek sehingga perusahaan dapat meningkatkan
kredibilitas untuk memperoleh kepercayaan utang jangka panjang oleh kreditor.
Collections
- MT - Business [4063]
