Studi Empiris Kinerja Portofolio Saham dan Pengaruh Makroekonomi Pada Sub-Sektor Konstruksi Bangunan Dengan Minyak Bumi dan Gas Alam
View/ Open
Date
2018Author
Siagian, Wesly Mailander
Sartono, Bagus
Aviliani
Metadata
Show full item recordAbstract
Portofolio adalah kumpulan investasi dalam suatu wadah untuk mencapai
keuntungan yang diinginkan oleh investor. Istilah terkenal menyatakan "jangan
menaruh semua telur yang anda miliki dalam satu keranjang", istilah ini
menyarankan agar investor tidak berinvestasi hanya pada satu jenis investasi saja.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergerakan harga saham pada subsektor konstruksi bangunan dengan minyak bumi dan gas alam, memilih saham
yang tepat untuk membentuk portofolio dengan metode diversifikasi
menggunakan data empiris dari kedua sub-sektor tersebut.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
pertama, penulis menggunakan analisis teknikal dan fundamental untuk
mengetahui kinerja perusahaan pada sub-sektor konstruksi bangunan dengan
minyak bumi dan gas alam. Analisis teknikal dijelaskan dengan menggunakan
grafik, sedangkan analisis fundamental dijelaskan berdasarkan laporan keuangan
perusahaan. Kedua, untuk membentuk portofolio penulis menggunakan metode
diversifikasi. Selanjutnya, penulis mengevaluasi tingkat pengembalian portofolio
dengan menggunakan Sharpe ratio, Treynor ratio dan Jensen’s alpha. Ketiga,
optimalisasi portofolio dengan menggunakan metode Classical Markowits Model
dan Single Index Model. Keempat, menganalisis pengaruh variabel makroekonomi
yaitu tingkat inflasi, nilai tukar, suku bunga Bank Indonesia (BI) dan harga
minyak mentah dunia terhadap tingkat pengembalian saham pada kedua subsektor dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Empat hasil utama dari penelitian ini adalah: pertama, pergerakan harga
saham pada sub-sektor konstruksi bangunan memiliki tingkat pengembalian yang
lebih tinggi daripada sub-sektor minyak bumi dan gas alam. Perusahaan pada subsektor konstruksi bangunan mengalami pertumbuhan pada periode 2014 hingga
2016, sementara pada sub-sektor minyak bumi dan gas alam mengalami
penurunan. Kedua, portofolio yang dibentuk dengan metode diversifikasi dari
kombinasi kedua sub-sektor memperoleh tingkat pengembalian yang lebih tinggi.
Ketiga, optimalisasi portofolio dengan menggunakan metode Classical Markowitz
Model dan Single Index Model tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.
Keempat, dari hasil uji pengaruh makroekonomi terhadap tingkat pengembalian
saham diperoleh bahwa penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar memiliki
sentimen positif terhadap sub-sektor konstruksi bangunan ( = 5%), sub-sektor
minyak bumi dan gas alam ( = 10%), maupun indeks pasar secara keseluruhan
( = 5%). Kenaikan harga minyak mentah dunia memiliki sentimen yang negatif
terhadap sub-sektor konstruksi bangunan ( = 5%) dan indeks pasar secara
keseluruhan ( = 10%). Sedangkan variabel tingkat inflasi dan suku bunga BI
tidak berpengaruh terhadap tingkat pengembalian saham pada kedua sub-sektor
dan indeks pasar secara keseluruhan.
Collections
- MT - Business [4063]
