Pengembangan Model Bisnis Pada Lokawisata Baturaden Menggunakan Business Model Canvas
View/ Open
Date
2018Author
Azhar, Ratih Mukti
Suparno, Ono
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan sektor pariwisata di era globalisasi ini menuntut masingmasing pelaku usaha di sektor ini untuk terus mengembangkan bisnisnya
termasuk Lokawisata Baturaden yang merupakan salah satu tempat wisata alam
yang berada di Jawa Tengah. Oleh karena itu, dibutuhkan rancangan model bisnis
yang tepat agar Lokawisata Baturaden dapat mengembangkan kegiatan
pengelolaannya secara efektif dan efisien.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasi model bisnis Lokawisata
Baturaden yang diterapkan saat ini dengan pendekatan bisnis model kanvas; 2)
mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman bagi Lokawisata Baturaden dalam menjalankan pengelolaannya; 3)
merancang model bisnis sebagai strategi pengembangan Lokawisata Baturaden.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui
pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan business model
canvas. Pendekatan tersebut berpedoman pada kuisioner atau wawancara yang
dilakukan terhadap responden mengenai sembilan elemen kunci yang terdapat
dalam business model canvas di Lokawisata Baturaden dan analisis SWOT setiap
elemen model bisnis kanvas. Disamping itu, penelitian juga menggunakan metode
Focus Group Discussion (FGD). Metode FGD ini memiliki fungsi antara lain
untuk memperkaya pandangan terhadap model bisnis kanvas di masa depan.
Identifikasi elemen-elemen model bisnis pada Lokawisata Baturaden dapat
diketahui bahwa dari sisi customer segment, pengunjung yang berkunjung adalah
wisatawan domestik dan wisatawan asing. Value proposition yang ditawarkan
adalah wisata alam yang berbasis lingkungan, tiket yang murah dan aksesabilitas
yang mudah. Customer relationship yang berlangsung saat ini adalah pelayanan
keramahtamahan dan melalui komunitas kepada pengunjung dan saluran
distribusinya juga langsung dan tidak langsung dengan pengunjung. Pendapatan
yang diterima dari APBD, biaya sewa, tiket masuk dan tarif parkir. Key resource
dalam ekowisata ini adalah aset fisik, sumberdaya manusia dan branding. Key
activities yang ada adalah kegiatan pelayanan di ekowisata dan kegiatan
pemeliharaan/pemantauan kondisi alam dan infrastrukturnya. Key partnership
yang dilakukan saat ini adalah dengan masyarakat sekitar. Struktur biaya utama
adalah biaya untuk gaji tetap yakni bagi karyawan, biaya pemeliharaan, dan biaya
promosi.
Penelitian ini menawarkan dua ide perencanaan model bisnis berbasis blue
ocean strategy yang dapat dijalankan Lokawisata Baturaden dalam
mengembangkan bisnis wisatanya di masa depan. Dua ide perancangan model
bisnis berbasis blue ocean strategy dimana kedua ide ini terkait dan dapat
mempengaruhi satu sama lain. Ide pertama terpacu dari beberapa titik pusat
inovasi, diantaranya pada titik aktivitas kunci (key activities) dimana Lokawisata
Baturaden melakukan pembentukan tim entertaiment yang tujuannya untuk
meningkatkan peran PPMB dalam event-event yang diselenggarakan dan titik
penawaran (value proposition) berupa program hiburan baru yaitu eduwisata.
Sedangkan ide selanjutnya titik awal pembentukan inovasi dimulai dari perubahan
pada penawaran untuk menciptakan value proposition yang baru bagi pelanggan.
Pembuatan official website dan mobile application Lokawisata Baturaden menjadi
titik awal pembentukan ide model bisnis yang didasarkan pada kondisi dimana
pemanfaatan teknologi informasi oleh Lokawisata Baturaden yang masih kurang
optimal.
Collections
- MT - Business [4062]
