Implikasi Oil Price Shock Terhadap Return Saham Tingkat Sektoral Di Pasar Modal Indonesia
View/ Open
Date
2018Author
Dharmawan, Mohammad Arief
Priyarsono, D.S
Sartono, Bagus
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini menyelidiki dampak guncangan harga minyak bumi (oil price
shock) terhadap tingkat pengembalian (return) sektoral di Pasar Modal Indonesia.
Harga minyak bumi dan pasar modal merupakan elemen penting perekonomian
Indonesia. Penelitian ini mencoba mengkarakterisasi dampak dan hubungan
kausalitas antara guncangan harga minyak dan return sektoral dengan menerapkan
segmentasi waktu berdasarkan structural breaks pada data deret waktu harga
minyak bumi WTI dari tahun 1996 sampai 2016.
Harga minyak bumi ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan.
Penawaran atas minyak bumi relatif inelastis terhadap harga karena penemuan
cadangan dan pengembangannya membutuhkan waktu yang panjang, sedangkan
permintaan atas minyak bumi juga relatif ineslastis karena minyak bumi hanya
memiliki sedikit produk substitusi langsung. Oil price shock adalah fluktuasi harga
minyak bumi secara signifikan. Fluktuasi harga minyak bumi dapat digerakkan oleh
aggregate demand, precautionary demand, dan supply side (Kilian 2009).
Kombinasi faktor-faktor tersebut disebut sebagai suatu “rezim”, pada penelitian ini
rezim-rezim yang berlaku diidentifikasi dengan analisis structural breaks.
Analisis structural breaks terhadap data harga minyak bumi dilakukan
dengan menggunakan prosedur Bai-Perron dan berhasil mengidentifikasi tiga
breakpoint yang membagi rentang data menjadi empat “rezim” yang berbeda.
Rezim 1 pada rentang Januari 1996 sampai Oktober 2003 memiliki karakteristik
harga minyak bumi yang rendah dan relatif lebih stabil, Rezim 2 pada rentang
November 2003 sampai Juli 2008 merupakan transisi dari harga rendah ke harga
tinggi yang ditandai dengan slope kenaikan yang besar, Rezim 3 pada Agustus 2008
– November 2012 memiliki karakteristik harga minyak bumi tinggi dan
berfluktuasi, dan Rezim 4 pada Desember 2012 sampai Desember 2016 merupakan
transisi dari harga tinggi ke harga rendah ditandai dengan slope negatif.
Dampak guncangan harga minyak dan return sektoral dilakukan dengan
menggunakan model vector autoregression (VAR). Data harga minyak bumi
ditransformasikan menjadi tingkat perubahan dan data indeks sektoral
ditransformasikan menjadi return. Analisis VAR pada level dilakukan setelah uji
unit-root mengkonfirmasikan data deret waktu stasioner. Model VAR dibangun
untuk tiap pasang variabel tingkat perubahan harga minyak bumi dan return suatu
sektor. Panjang lag model VAR untuk setiap sektor dipilih berdasarkan kriteria
Akaike Information Criterion (AIC). Pengaruh oil price shock terhadap return
sektoral dianalisis berdasar model VAR dengan menggunakan impulse response
function, variance decomposition, dan granger causality.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak guncangan harga minyak bumi
terhadap return tiap sektor bervariasi, tergantung pada rezim mana guncangan
terjadi. Secara umum, pada rezim-rezim dimana harga minyak bumi rendah dan
stabil, dampak guncangan harga minyak terhadap tingkat pengembalian sektor
tidak signifikan, sedangkan untuk pada rezim-rezim dimana harga minyak bumi
dan volatilitasnya tinggi, guncangan harga minyak bumi mempengaruhi beberapa sektor di Pasar Modal Indonesia secara signifikan. Sejalan dengan penelitian
Sadorsky (1999) yang menyatakan peningkatan dan penurunan harga minyak
memiliki efek yang berbeda. Oil price shock berupa apresiasi harga memiliki efek
yang lebih besar dibandingkan depresiasi harga minyak bumi.
Pada rezim harga minyak yang rendah, Rezim 1, hubungan kausalitas tidak
signifikan untuk semua sektor. Sedangkan pada rezim harga minyak yang tinggi,
Rezim 3, hubungan kausalitas signifikan untuk semua sektor, kecuali sektor Aneka
Industri. Selama masa transisi dari harga minyak rendah ke tinggi, Rezim 2,
kontribusi tingkat harga minyak terhadap perubahan pada tingkat pengembalian
sektor meningkat untuk semua sektor. Sedangkan selama transisi dari tingkat harga
tinggi ke rendah, Rezim 4, kontribusi tingkat perubahan harga minyak terhadap
return tiap sektor menurun. Oil price shock dapat menjadi sinyal return suatu sektor
tergantung pada rezim mana guncangan harga minyak bumi terjadi.
Hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam melakukan rotasi sektor,
yaitu strategi investasi dengan melakukan realokasi aset investasi dari suatu sektor
ke sektor lainnya. Pengaruh harga minyak bumi terhadap suatu sektor berbeda
tergantung pada rezim harga minyak bumi mana yang sedang berlaku.
Collections
- MT - Business [4063]
