Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Perusahaan Pertambangan Periode 2011-2015
View/ Open
Date
2018Author
Ingrit
Siregar, Hermanto
Syarifuddin, Ferry
Metadata
Show full item recordAbstract
Pasar saham memiliki peranan yang penting bagi perekonomian Indonesia
dikarenakan berfungsi sebagai sarana pendanaan usaha bagi perusahaan yang
diperoleh dari masyarakat atau investor. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi,
kebutuhan energi juga terus tumbuh. Sektor pertambangan merupakan salah satu
pilar pembangunan ekonomi di Indonesia, karena perannya sebagai sumber energi
sangat diperlukan bagi pertumbuhan ekonomi. Sektor pertambangan memiliki
karakteristik unik yang umumnya berjangka panjang, sangat berisiko, dan
cenderung memiliki ketidakpastian yang tinggi dalam pendanaan perusahaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pertambangan Indonesia mengalami masalah
pendanaan akibat fluktuasi harga batubara, minyak mentah, energi dan logam.
Masalah ini menyebabkan hutang jangka pendek dan jangka panjang untuk
membiayai biaya operasional perusahaan. Permasalahan tersebut juga
mempengaruhi harga saham yang mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.
Dalam aktivitas di pasar modal, para investor memiliki harapan dari
investasi yang dilakukannya, yaitu berupa dividen. Dividen adalah distribusi yang
bisa berbentuk kas, aktiva lain, surat atau bukti lain yang menyatakan hutang
perusahaan kepada investor suatu perusahaan sebagai proporsi dari sejumlah saham
yang dimiliki oleh investor. Perusahaan harus memiliki suatu kebijakan untuk
menentukan pembagian dan penahanan dividen. Kebijakan dividen merupakan
keputusan yang perusahaan dalam menentukan besarnya laba yang akan dibagikan
dalam bentuk dividen atau dalam bentuk laba ditahan untuk investasi yang akan
datang.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan ekonometrika. Variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah dividend payout ratio, current ratio,
debt to equity ratio, return on assets, suku bunga kredit investasi, nilai tukar, indeks
harga saham pertambangan, dan indeks produksi industri. Data dikumpulkan dari
Indonesian Stock Exchange (IDX). Data tersebut yang digunakan untuk
menghitung variabel penelitian terdiri dari data tahun 2011-2015. Alat bantu
analisis yang digunakan adalah data panel dengan metode Fixed Effect Model
menggunakan software Eviews versi 9.0.
Berdasarkan hasil penelitian pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat diperoleh kesimpulan pengaruh current ratio
terhadap dividend payout ratio diperoleh koefisien pengaruh sebesar 0.032 dengan
Prob (0.010) kurang dari alpha (1%, 5% dan 10%) maka current ratio berpengaruh
positif dan signifikan terhadap dividend payout ratio, debt to equity ratio terhadap
dividend payout ratio diperoleh koefisien pengaruh sebesar 0.037 dengan Prob
(0.000) kurang dari alpha (1%, 5% dan 10%) maka debt to equity ratio berpengaruh
positif dan signifikan terhadap dividend payout ratio, return on assets terhadap
dividend payout ratio diperoleh koefisien pengaruh sebesar 0.037 dengan Prob
(0.007) kurang dari alpha (1%, 5% dan 10%) maka return on assets berpengaruh
positif dan signifikan terhadap dividend payout ratio, suku bunga kredit investasi
terhadap dividend payout ratio diperoleh koefisien pengaruh sebesar -4.468 dengan Prob (0.000) kurang dari alpha (1%, 5% dan 10%) maka suku bunga kredit investasi
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap dividend payout ratio, nilai tukar
terhadap dividend payout ratio diperoleh koefisien pengaruh sebesar 0.250 dengan
Prob (0.460) lebih dari alpha (1%, 5% dan 10%) maka nilai tukar berpengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap dividend payout ratio, indeks harga saham
pertambangan terhadap dividend payout ratio diperoleh koefisien pengaruh sebesar
0.173 dengan Prob (0.000) kurang dari alpha (1%, 5% dan 10%) maka indeks harga
saham pertambangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividend payout
ratio, indeks harga saham pertambangan terhadap dividend payout ratio diperoleh
koefisien pengaruh sebesar 1,406 dengan Prob (0.000) kurang dari dari alpha (1%,
5% dan 10%) maka indeks produksi industri berpengaruh positif dan signifikan
terhadap dividend payout ratio.
Collections
- MT - Business [4062]
