Strategi Pengembangan Bisnis Biji Kopi Robusta (Studi Kasus: Pt Asia Makmur)
Abstract
Tingkat produksi biji kopi robusta di Indonesia mencapai 85 % dari total
produksi seluruh biji kopi di Indonesia. Bandar Lampung merupakan sentra
perdagangan utama biji kopi robusta dengan volume ekspor setidaknya 75 % dari
total ekspor biji kopi dari seluruh wilayah Indonesia. PT Asia Makmur (PTAM)
adalah salah satu perusahaan modal dalam negeri dan memiliki ijin perdagangan
sebagai eksportir yang berkedudukan di Bandar Lampung. Pengembangan bisnis
diperlukan PTAM karena selama ini sebagai perusahaan perorangan dikelola
berdasarkan manajemen keluarga berupaya untuk mempertahankan serta
meningkatkan pendapatan perusahaan di tahun-tahun yang akan datang. Langkah
strategis diperlukan dalam menghadapi faktor internal dan eksternal perusahaan
yaitu pengelolaan kekuatan dan kelemahan serta memanfaatkan peluang serta
menanggulangi ancaman yang ada.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian
studi kasus untuk mendapatkan gambaran informasi, kondisi, penjelasan yang
terkait dengan obyek penelitian secara faktual, akurat dan sistematis. Data yang
diperoleh didapatkan dari wawancara mendalam dan secara langsung dengan tim
manajemem PTAM disertai dengan dokumen-dokumen perusahaan.
Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini adalah analisis
deskriptif kuantitatif dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang
berpengaruh pada perusahaan. Alat bantu analisis yang digunakan adalah Internal
Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), dan
Strategic Factor Analysis Summary (SFAS) dengan metode paired comparison
melalui pemberian bobot serta peringkat pada tiap-tiap faktor internal dan eksternal
perusahaan. Melalui evaluasi matriks SFAS maka didapatkan strategi prioritas bagi
PTAM baik itu strategi jangka pendek, menengah dan panjang. Sesudahnya maka
analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities and Threats) digunakan
berdasarkan hasil yang didapatkan dari SFAS. Berdasarkan hasil penelitian dan
evaluasi pada ketiga elemen tersebut maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa
faktor internal dominan yang menjadi kekuatan PTAM adalah kemampuan
memproduksi produk spesial (premium) disertai dengan kapasitas penyimpanan
dan kapasitas pengolahan dengan kelemahan utama pada sumber daya manusia
yang berkualitas dengan keahlian bahasa Inggris untuk bisnis dan pengetahuan
perdagangan internasional. Sementara faktor eksternal dominan berupa peluang
utama adalah penjualan langsung ke pemakai, produksi biji kopi bersertifikat
internasional serta permintaan pasar domestik yang tinggi dengan ancaman utama
adalah kompetisi dengan perusahaan modal asing (PMA), volatilitas bursa kopi
dunia serta harga jual ekspor yang kompetitif. Rekomendasi strategi pengembangan
bisnis PTAM dilakukan dengan integrasi vertikal melalui forward integration dan
backward integration
Collections
- MT - Business [4063]
