Pengaruh Perlambatan Ekonomi Global Terhadap Kinerja Keuangan dan Return Saham Perbankan Di Bursa Efek Indonesia
View/ Open
Date
2017Author
Erdalinda
Siregar, Hermanto
Hardiyanto, Arief Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Kondisi ekonomi global menjadi fokus perhatian investor pasar modal
dalam memutuskan investasi terutama sejak terjadinya krisis finansial di Amerika
Serikat akibat subprime mortgage yang terjadi pada tahun 2007 dan mencapai
puncaknya pada September tahun 2008 dengan runtuhnya Lehman Brothers bank
investasi terbesar ke 4 di Amerika Serikat yang sudah berdiri sejak 158 tahun.
Krisis ini menyebabkan kekhawatiran yang sangat besar di pasar keuangan global,
pasar saham internasional dan pasar luar negeri.
Pada awal tahun 2010, zona Euro pun mengahadapi krisis utang serius yang
telah menempatkan Yunani pada krisis ekonomi yang sangat hebat. Pertumbuhan
ekonomi Cina juga menunjukkan perlambatan mulai tahun 2010, yang makin
memperburuk keadaan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi global
menunjukkan tren penurunan sejak tahun 2010.
Data dari Bank Dunia tahun 2015 menunjukkan United States menduduki
peringkat pertama ekonomi dunia, disusul oleh Cina sebagai peringkat kedua.
Kontribusi ekonomi kedua negara hampir 40% dari ekonomi dunia, yang berarti
kondisi ekonomi kedua negara mempunyai pengaruh yang besar terhadap
ekonomi global.
Kondisi ekonomi akan berpengaruh terhadap sektor perbankan dan pasar
modal. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Bank BCA, BRI dan Mandiri yaitu
rasio NIM, NPL, LDR dan CAR tidak terpengaruh oleh perlambatan ekonomi
global. Semua rasio keuangan tersebut pada ketiga bank termasuk kategori sehat,
hanya Bank Mandiri yang memiliki NPL yang tinggi pada awal periode penelitian
tetapi bukan karena pengaruh ekonomi global.
Return saham perbankan selama periode penelitian sangat berfluktuasi
seiring dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Apalagi Amerika
Serikat juga menghadapi pemilihan Presiden dalam periode penelitian, dengan
Presiden yang terpilih berasal dari partai yang berbeda dengan Presiden
sebelumnya sehingga menambah ketidakpastian ekonomi global.
Perlambatan ekonomi global khususnya GDP growth Cina berpengaruh
positif dan signifikan terhadap return saham perbankan. GDP growth Indonesia
dan CAR berpengaruh negatif dan signifikan. GDP growth Amerika Serikat, NIM,
NPL, LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perbankan.
Collections
- MT - Business [4062]
