Analisis Dwelling Time Terhadap Peti Kemas Impor Di Terminal Peti Kemas Koja Jakarta
View/ Open
Date
2017Author
Prathama, Uga
Suwandi, Ruddy
Zulbainarni, Nimmi
Metadata
Show full item recordAbstract
Terminal peti kemas Koja (TPK Koja) merupakan suatu entitas bisnis yang
berada di Pelabuhan Tanjung Priok yang berfungsi sebagai simpul logistik
perdagangan baik untuk ekspor maupun impor. Kegiatan impor di Pelabuhan
Tanjung Priok menjadi permasalahan tersendiri terkait dengan lamanya waktu peti
kemas mengendap di lapangan penumpukan lini 1.
Kebijakan pemerintah tentang dwelling time kepelabuhanan merupakan
solusi dan tantangan bagi TPK Koja, karena seluruh kegiatan yang berhubungan
dengan bongkar muat peti kemas berpotensi sebagai penyumbang tingginya
dwelling time, faktor utama yang menjadi penentu terkait dengan dwellling time di
terminal peti kemas adalah lapangan penumpukan, sistem penanganan bongkar
muat dan penanganan dokumen. Dari hasil penelitian yang dilakukan di TPK
Koja, pada tahun 2015 kapasitas YOR 67.88%, kondisi luas lapangan
penumpukan yang digunakan sebesar 10.007 Ha dengan waktu dwelling time
selama 4.7 hari dan pemakaian optimal pada alat bongkar muat RTG sebanyak 13
unit.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dari analisis data berupa
perhitungan kapasitas lapangan penumpukan, perhitungan kapasitas alat bongkar
muat RTG dan analisis GAP, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat
dwelling time di TPK Koja saat ini masih cukup tinggi, untuk menunjang
kelancaran arus peti kemas, TPK Koja perlu melakukan perbaikan terhadap
indikator penentu dwelling time dan mengacu pada waktu dwellling time sesuai
dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 116 tahun 2016
Collections
- MT - Business [4062]
