Industri Filet Patin Indonesia Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (Mea) (Studi Kasus Cv.Karunia Mitra Makmur)
Abstract
Negara – Negara yang tergabung dalam MEA mendapatkan banyak
manfaat seperti mudahnya akses terhadap barang, jasa mapun sumberdaya yang
dibutuhkan dalam membangun ekonomi. Disi lain negara anggota MEA
menghadapi tantangan yang lebih berat dimana semua produk yang dihasilkan
dalam negeri bersaing dengan produk-produk yang dihasilkan oleh anggota negara
MEA lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi industri filet patin
Indonesia dengan studi kasus difokuskan untuk melihat posisi strategis CV.
Karunia Mitra Makmur dan strategi yang harus dilakukan oleh perusahaan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data
kondisi industri filet patin Indonesia dilakukan dengan purposive sampling
dimana data utama diperoleh dari wawancara dengan responden ahli terkait
dengan industri filet patin yaitu responden dari Direktorat Pemasaran Ditjen
Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat
Pengolahan dan Bina Mutu Ditjen Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan
dan Perikanan, Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan
Indonesia, Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia dan CV. Karunia Mitra Makmur.
Pengambilan data terkait dengan analisis Internal dan Eksternal CV. Karunia
Mitra Makmur dilakukan dengan wawancara terhadap responden diperusahaan
yang terdiri dari manager factory, bagian purchasing, bagian produksi, bagian
keuangan dan bagian SDM.
Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini adalah analisis
deskriptif kualitatif. Analisis dan pengolahan data kondisi industri filet patin
Indonesia dilakukan dengan Model Berlian Porter sementara analisi kondisi
internal dan eskternal CV. Karunia Mitra Makmur digunakan metode Internal
Factor Analyis (IFA) dan metode External Factor Analysis (EFA). Metode
analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi yang akan dilakukan CV.
Karunia Mitra Makmur dalam menghadapi persaingan dalam industri filet patin.
Berdasarkan hasil analisis Model Berlian Porter dengan melakukan pembobotan
rata-rata diperoleh untuk faktor kondisi 3,2; kondisi permintaan, dan
pertumbuhan 2,4; industri terkait dan industri pendukung 2,8; struktur pasar dan
strategi perusahaan 2,8; peran pemerintah 3,6 dan faktor kontribusi 3,7. hal ini
menunjukan bahwa kondisi permintaan dan pertumbuhan, industri terkait dan
industri pendukung serta struktur pasar dan stretegi perusahaan industri filet patin
Indonesia dalam kategori rendah. Sementara faktor kondisi input, peran
pemerintah dan faktor kontribusi dalam kategori sedang. Analisis faktor intenal
dan eskternal perusahaan menunjukan skor untuk S-W 1,0682 dan Skor untuk OT 1,666 yang menunjukan posisi CV. Karunia Mitra Makmur berada dalam
Kuadran 2 sehingga strategi yang harus dilakukan adalah dengan melakukan
penerapan startegi W-O.
Collections
- MT - Business [4062]
