Strategi Peningkatan Casa Untuk Meningkatkan Tabungan Kantor Wilayah Jakarta I Pt.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
View/ Open
Date
2017Author
Utari, Stephani
Anggraeni, Lukytawati
Sanim, Bunasor
Metadata
Show full item recordAbstract
Saat ini banyak industri perbankan yang berupaya memenangkan persaingan
dengan meningkatkan pendapatan yang berasal dari bunga, non bunga (Fee Base
Income) ataupun dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang semakin ketat. Upaya untuk
meningkatkan CASA pada level yang lebih dominan teradap total dana DPK,
diharapkan dapat memberikan peningkatan pada nilai Net Interest Margin (NIM)
ditengah ketatnya likuiditas perbankan saat ini. Berdasarkan komposisi ideal
CASA dan Non-CASA untuk industri perbankan adalah 60% : 40%. Namun pada
Kantor Wilayah Jakarta 1, komposisi CASA saat ini adalah 43,46% : 56,54%.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini, Kantor Wilayah Jakarta 1 harus membangun
strategi yang tepat dalam meningkatkan CASA khususnya tabungan.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui kuesioner kepada
100 nasabah dan lima orang pakar dari manajemen Kantor Wilayah Jakarta 1 yang
dipilih secara sengaja. Hasil dari kuesioner nasabah berupa persepsi nasabah
terhadap produk tabungan BRI akan menjadi pertimbangan para pakar untuk
menganalisis faktor internal dan eksternal yang nantinya akan dilakukan analisis
dengan Mariks IFE/EFE dan Matriks IE untuk mengetahui kondisi perusahaan
saat ini, kemudian QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) digunakan
sebagai alat analisis dalam perumusan strategi alternatif.
Secara umum profil responden/nasabah adalah umur nasabah Bank BRI
berada pada rangeumur yang produktif yaitu 26-35 tahun, dengan pendapatan
perbulan Rp 2–5 juta per bulan. Dari segi pendidikan, pendidikan rata-rata
nasabah adalah berpendidikan Sarjana (S1) sebesar 49%. Alasan nasabah
bertansaksi di BRI adalah karena alasan keamanan (76 %) dan berdasarkan tingkat
kepuasan responden terhadap BRI, 56% menyatakan sangat puas dengan
pelayanan yang diberikan dan 85% menyatakan pelayanan yang diberikan BRI
cepat dan 15% responden menyatakan pelayanan BRI lambat. Atas keterlambatan
ini, 7% memiliki keluhan terhadap BRI. Keluhan tersebut tertuju pada jaringan
yang sering offine, antrian panjang pada banking hall dan fasilitas ATM dan
merchant EDC yang masih sedikit khususnya di tempat pembelanjaan umum.
Penentuan pasar sasaran Kantor Wilayah Jakarta 1 merupakan salah satu hal
yang menjadi dasar dalam penentuan strategi yang akan dilakukan. Berikut adalah
pasar sasaran Kantor Wilayah Jakarta 1 yang 60% merupakan dana perusahaan
pemerintah dan 40% dana ritel. Strategi peningkatan CASA khususnya produk
tabungan yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Jakarta 1 saat ini adalah “Strategi
Penetrasi Pasar dengan Meningkatkan Bauran Pemasaran Produk Tabungan”.
Strategi ini dilakukan melalui peningkatan dan pengembangan dari Product,
Place, Promotion, People, Process dan Physical Evidence.Strategi yang telah
dilakukan saat ini dinilai belum maksimal karena masih berfokus pada instansi
pemerintah, masih besar peluang untuk dapat melakukan kerjasama dengan
perusahaan swasta atau swasta asing serta perlu adanya perkembangan lebih lanjut
pada fitur produk tabungan BRI.
Collections
- MT - Business [4063]
