Analisis Minat Pembelian Apartemen
Abstract
Keterbatasan lahan dan peningkatan harga tanah yang terus meningkat tiap
tahunnya membuat Pemerintah Kota Bogor disarankan membangun hunian
vertikal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal, sehingga
dapat dikatakan pertumbuhan penawaran hunian vertikal berbentuk apartemen
berkaitan dengan adanya kebutuhan yang cukup tinggi dari masyarakat hingga
menengah ke atas. Faktor lain yang mendukung pertumbuhan adalah
bertambahnya jumlah penduduk karena pertambahan penduduk mendorong
perubahan terhadap komposisi ruang dan tempat tinggal. Letak Kota Bogor yang
cukup strategis karena dekat dengan Kota Jakarta yang merupakan pusat ekonomi
Indonesia membuat masyarakat mempertimbangkannya sebagai lokasi tempat
tinggal. Pertumbuhan penduduk di Kota Bogor meningkat sekitar satu persen
setiap tahunnya, hal ini dikarenakan Kota Bogor merupakan daerah penunjang Ibu
Kota yang strategis untuk dijadikan lokasi tempat tinggal, sehingga dapat
dinyatakan peningkatan pembangunan apartemen akan sangat berpengaruh bagi
masyarakat yang membutuhkan hunian strategis dan dekat dengan pusat
perekonomian. Pembelian apartemen dapat diidentifikasi lebih awal melalui minat
pembelian dari konsumen. Minat pembelian konsumen sangat berkaitan dengan
motivasi konsumen dalam menggunakan atau membeli produk tertentu.
Tujuan dari penelitian ini: (1) mengidentifikasi tingkat pilihan konsumen
terhadap apartemen; (2) menganalisis pengaruh variabel attitude, subjective norm,
dan perceived behavioral control terhadap minat pembelian; (3) menganalisis
pengaruh psikografis konsumen terhadap minat pembelian apartemen. Metode
penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif untuk
menggambarkan karakteristik responden. Responden dalam penelitian berjumlah
153 orang. Responden merupakan orang-orang yang mempunyai minat dan
kemampuan untuk memiliki apartemen di Kota Bogor. Data dikumpulkan melalui
kuesioner yang diisi oleh responden melalui online survey. Data dianalisis dengan
menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) melalui pendekatan
Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini juga ingin mengetahui minat
pembelian apartemen dengan mengelompokan responden berdasarkan gaya hidup,
dengan analisis yang digunakan yaitu analisis faktor.
Hasil penelitian berdasarkan Theory of Planned Behavior menunjukkan
bahwa berdasarkan kepemilikan apartemen, sebagian besar responden belum
memiliki apartemen dan responden yang sudah memiliki apartemen berminat
kembali untuk membeli apartemen. Tujuan dari pembelian apartemen yaitu
respoden memilih untuk disewakan kembali, dengan pertimbangan dekat atau
berada di tengah kota. Luas ideal apartemen yang dibutuhkan yaitu berkisar 30-40
m
2 dengan fasilitas yang paling diinginkan yaitu minimarket. Sarana informasi
mengenai apartemen yang dinyatakan tepat oleh hampir setengah dari responden
adalah pameran properti. Variabel attitude dan subjective norm berpengaruh
terhadap minat pembelian apartemen, sementara variabel perceived behavioral
control tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian apartemen.
Collections
- MT - Business [4062]
