Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Otoritas Pelabuhan Dengan Metode Balanced Scorecard
Abstract
Otoritas Pelabuhan (Port Authority) adalah lembaga pemerintah di pelabuhan
sebagai otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan
pengawasan kegiatan kepelabuhanan yang diusahakan secara komersial dituntut
untuk dapat berfokus pada visi yang sudah dirumuskan pada UU No. 17 Tahun
2008 tentang pelayaran yaitu terselenggaranya pelabuhan yang kondusif, efektif,
efisien dan berdaya saing tinggi dalam menunjang perekonomian nasional di era
globalisasi. Otoritas Pelabuhan dalam menjalankan fungsinya memerlukan suatu
rancangan pengukuran kinerja yang bersifat kompleks tidak dapat dinilai
berdasarkan nilai atau ukuran yang tunggal dan didesain dengan maksud menilai
efektivitas serta efisensi kinerja lembaga ini.
Metode balanced scorecard digunakan sebagai alat analisis didalam
merancang pengukuran kinerja Otoritas Pelabuhan. Pendekatan BSC mengambil
sampel dan melakukan simulasi pada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung
Priok karena dianggap memiliki beban kerja yang lebih kompleks dan lebih
mewakili karakteristik Otoritas Pelabuhan yang ada di Indonesia. Objek penelitian
yang diambil dilakukan dengan metode purposive sampling adalah pihak
manajemen Otoritas Pelabuhan, para ekspert/ahli kepelabuhanan, karyawan
Otoritas Pelabuhan, stakeholders, dan pelaku usaha di pelabuhan. Pihak manajemen
Otoritas Pelabuhan dan para ekspert/ahli kepelabuhanan berperan dalam proses
perancangan model BSC dengan jumlah responden 15 (lima belas) responden,
sedangkan karyawan Otoritas Pelabuhan, stakeholders, dan pelaku usaha di
pelabuhan berperan sebagai responden dalam membuat simulasi BSC untuk
mencari persepsi kepuasan kerja karyawan dan persepsi kepuasan terhadap peran
Otoritas Pelabuhan. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan deskripsi
kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menjabarkan visi, misi ke dalam
sasaran-sasaran strategi pada keempat perspektif BSC, merumuskan ukuran-ukuran
kinerja yang diperlukan oleh Otoritas Pelabuhan, menetapkan indikator pengukuran
kinerja Otoritas Pelabuhan sesuai dengan perspektif keuangan, perspektif
pelanggan, perspektif bisnis internal serta perspektif pembelajaran dan
pertumbuhan, mensimulasikan rancangan hasil pengukuran kinerja yang
menggunakan metode BSC dengan pengukuran kinerja yang digunakan Otoritas
Pelabuhan selama ini.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian dimulai dari perancangan
model BSC, meliputi: (1) penjabaran visi dan misi; (2) penyusunan peta strategi;
(3) identifikasi idikator kinerja, penentuan ukuran dan target strategis, serta
perumusan inisiatif strategi; (4) penentuan bobot indikator kinerja; dan
implementasi simulasi rancangan BSC, meliputi: (1) penentuan skor indikator
kinerja kunci (KPI); (2) simulasi rancangan BSC; (3) implikasi manajerial.
Identifikasi indikator kinerja dibangun berdasarkan kajian teoritis, survei
lapangan, dan survei pakar yang menghasilkan 12 (dua belas) indikator kinerja
utama tersebar dalam empat perspektif BSC. Pembobotan perspektif BSC dan indikator kinerja menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP) dibantu
dengan software expert choice 11 for windows.
Hasil pembobotan menunjukkan urutan kepentingan tiap perspektif pada
BSC Otoritas Pelabuhan. Perspektif pelanggan memberikan kontribusi terbanyak
sebagai perspektif yang paling penting dalam mendukung visi Otoritas Pelabuhan
yaitu sebesar 37,5%, pembelajaran dan pertumbuhan sebesar 31,5%, kemudian
diikuti oleh perspektif keuangan sebesar 17,6%, dan yang terakhir adalah perspektif
proses bisnis internal 13,4%. Hasil ini mengidentifikasikan bahwa dalam
mendukung visi Otoritas Pelabuhan, organisasi ini sudah harus mulai
memperhitungkan perspektif pelanggan yang terdiri dari para stakeholders dan
pelaku bisnis pelabuhan dengan mengoptimalkan peran dan layanan Otoritas
Pelabuhan sesuai dengan harapan yang diamanatkan dalam UU No 17 Tahun 2008
tentang Pelayaran.
Hasil simulasi berdasarkan model pengukuran kinerja dengan BSC
menunjukkan bahwa secara keseluruhan kinerja Otoritas Pelabuhan pada
Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2015 termasuk kedalam kategori “BAIK” sesuai
dengan perolehan total skor keseluruhan dari simulasi BSC sebesar 2,817 yang
berada pada pembulatan skala skor angka 3 dengan kategori baik.
Collections
- MT - Business [4062]
