Pengaruh Kohesivitas dan Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan
View/ Open
Date
2017Author
Putri, Novia Annisa
Panjaitan, Nurmala K.
Kuswanto, Sadikin
Metadata
Show full item recordAbstract
Turnover merupakan berhentinya karyawan dari tempatnya bekerja baik
secara sukarela maupun tidak. Terjadinya turnover biasanya diawali dengan
adanya turnover intention (niat untuk keluar) dari karyawan dan hal ini perlu
diantisipasi oleh perusahaan. PT X termasuk dalam 10 besar perusahaan farmasi
nasional. Tingkat turnover yang tinggi di PT X menunjukkan perlunya untuk
ditelusuri lebih lanjut apakah turnover tinggi tersebut sejalan dengan turnover
intention karyawan dan melihat apakah hal itu dipengaruhi oleh kohesivitas dan
kepuasan kerja karyawan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner yang
diberikan kepada 120 pegawai kantor pusat yang dipilih dengan metode
convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kohesivitas
karyawan PT X berada pada kategori sedang, dengan dimensi kohesivitas aspek
tugas memiliki penilaian yang tinggi dibandingkan aspek sosial. Selanjutnya
untuk tingkat kepuasan kerja juga berada pada kategori sedang, dengan dimensi
pekerjaan memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan pembayaran, promosi, atasan,
dan rekan kerja. Sementara itu, tingkat turnover intention karyawan PT X
tergolong rendah, karena masih banyaknya karyawan yang ingin mengeksplor
kemampuannya di PT X.
Hasil analisis structural equation modeling (SEM) menunjukkan bahwa
kohesivitas karyawan yang lebih baik akan meningkatkan kepuasan kerja
sehingga dapat menurunkan keinginan karyawan untuk mengundurkan diri dari
perusahaan. Kohesivitas memiliki efek positif yang signifikan terhadap kepuasan
kerja. Dalam hal ini kohesivitas memegang peranan penting dalam meningkatkan
kepuasan kerja karena memiliki kelompok yang kohesif akan memengaruhi
kepuasan kerja karyawan. Kohesivitas dan kepuasan kerja memiliki pengaruh
negatif yang signifikan terhadap turnover intention. Hal ini menunjukkan bahwa
kohesivitas dan kepuasan kerja berperan penting dalam menurunkan niat
berpindah karyawan, walaupun pengaruh kohesivitas terhadap turnover intention
lebih kecil dibandingkan pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention.
Collections
- MT - Business [4063]
