Analisis Minat Penggunaan Bus Transjakarta
View/ Open
Date
2017Author
Rahadianto, Naufal Arief
Ma'Arif, Syamsul
Yuliati, Lilik Noor
Metadata
Show full item recordAbstract
Kemacetan merupakan permasalahan umum di kota-kota besar, termasuk
Jakarta sebagai daerah khusus ibu kota. Kemacetan yang terjadi disebabkan oleh
beberapa faktor, antara lain tingkat aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi, baik
pergerakan di dalam kota Jakarta, atau pun kendaraan yang masuk dan keluar
Jakarta, jumlah kendaraan yang terus meningkat, serta ketidakseimbangan antara
pertumbuhan jalan dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Pemerintah
sebagai regulator telah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait kemacetan, seperti
pemberlakuan nomor genap ganjil, pajak progresif untuk kepemilikan kendaraan
lebih dari satu, dan lain sebagainya.
Permasalahan kemacetan di Jakarta dapat dikurangi dengan penggunaan
transportasi umum massal seperti Transjakarta. Akan tetapi minat masyarakat
dalam menggunakan Transjakarta masih rendah. Masih banyak masyarakat yang
memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Penggunaan kendaraan pribadi
justru membuat kondisi lalu lintas makin padat.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku pengguna kendaraan
pribadi. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat penggunaan bus
Transjakarta, serta implikasi manajerial terkait dengan minat menggunakan
Transjakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang
diambil dengan menggunakan kuesioner kepada responden dengan kriteria tertentu
(purposive sampling). Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret – Mei 2017.
Jumlah sampel yang berhasil dikumpulkan untuk diolah sebanyak 190 responden.
Uji Spearman dan uji Pearson dilakukan untuk melihat korelasi antara demografi
responden dengan minat penggunaan Transjakarta. Structural Equation Model
(SEM) digunakan untuk menguji hubungan variabel-variabel yang dapat
mempengaruhi minat penggunaan Transjakarta.
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa minat penggunaan
Transjakarta tidak memiliki hubungan dengan perbedaan jenis kelamin, latar
belakang pendidikan, dan usia. Sementara biaya transport menunjukkan adanya
korelasi dengan minat penggunaan Transjakarta. Hasil dari hasil pengujian variabel
laten mengungkapkan bahwa norma pribadi, pengaruh sosial, dan persepsi kualitas
berpengaruh secara signifikan terhadap minat berperilaku pengguna potensial.
Berdasarkan hasil penelitian ini pemerintah sebagai regulator dan PT
Transjakarta sebagai penyedia jasa layanan dapat mengembangkan beberapa
strategi jasa layanan dan edukasi untuk meningkatkan minat masyarakat dalam
menggunakan Transjakarta. Meningkatkan kesadaran masyarakat atas dampak
lingkungan yang mungkin terjadi akibat penggunaan kendaraan pribadi, serta
meningkatkan awareness produk Transjakarta melalui berbagai media.
Collections
- MT - Business [4062]
