Pengaruh Kohesivitas dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Kependidikan Di Institut Pertanian Bogor
View/ Open
Date
2017Author
Larasati, Maria Megumi
Panjaitan, Nurmala K
Kuswanto, Sadikin
Metadata
Show full item recordAbstract
Umumnya dipercayai bahwa ada hubungan positif antara tiga variabel
berikut, yakni kohesivitas kelompok, kepuasan kerja, dan kinerja. Kinerja
kelompok membutuhkan kerja sama di antara para anggota kelompok. Kerja sama
yang baik dapat dipandang sebagai hasil dari kohesivitas. Tambahan pula, kinerja
yang baik membutuhkan kepuasan kerja yang baik pula. Lebih lanjut, lazimnya
dipercayai bahwa kohesivitas berhubungan dengan kepuasan kerja. Penelitian ini
bertujuan (1) menganalisis kohesivitas tenaga kependidikan di IPB (Institut
Pertanian Bogor), (2) menganalisis kepuasan kerja tenaga kependidikan di IPB,
(3) menganalisis kinerja tenaga kependidikan di IPB, (4) menganalisis pengaruh
kohesivitas terhadap kepuasan kerja dan kinerja tenaga kependidikan di IPB, dan
(5) menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja tenaga kependidikan di
IPB.
Penelitian ini dilakukan pada lima belas departemen dalam empat fakultas
di Institut Pertanian Bogor. Empat fakultas tersebut adalah Fakultas Ekologi
Manusia, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, dan Fakultas
Teknologi Pertanian. Data dikumpulkan dengan metode survei dengan
menggunakan kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan untuk mengetahui data
mengenai variabel kohesivitas, kepuasan kerja, dan kinerja tenaga kependidikan.
Wawancara dilakukan dengan pihak senior staf Direktorat Sumber Daya Manusia
serta tenaga kependidikan di beberapa fakultas di IPB. Pengambilan sampel di
dalam penelitian ini dilakukan dengan cara probability sampling yaitu metode
simple random sampling. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 102 responden
tenaga kependidikan. Model kuantitatif menggunakan Structural Equation
Modeling (SEM).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kohesivitas tenaga kependidikan
dipengaruhi oleh keterpaduan kelompok dalam tugas, keterpaduan kelompok
dalam sosial, ketertarikan individual pada tugas kelompok, dengan kategori tinggi
ke sedang yang menandakan bahwa tenaga kependidikan memiliki kohesivitas
yang tinggi sedangkan ketertarikan individual pada kelompok sosial masuk dalam
kategori sedang ke tinggi yang berarti mereka cukup puas terhadap setiap tenaga
kependidikan dalam kelompoknya.
Kelima dimensi kepuasan kerja memiliki tingkat kepuasan kerja yang
sedang namun untuk kepuasan pembayaran dan kepuasan promosi masuk kategori
sedang ke rendah yang berarti tenaga kependidikan belum puas mengenai bayaran
dan kebijakan promosi di IPB. Untuk kepuasan supervisi, kepuasan rekan kerja,
dan kepuasan terhadap pekerjaan masuk dalam kategori sedang ke tinggi yang
berarti tenaga kependidikan cukup puas dengan motivasi, bimbingan dari atasan,
puas terhadap rekan kerja mereka, dan puas terhadap tantangan akan pekerjaan
mereka.
Terdapat enam dimensi dengan tingkat kinerja tenaga kependidikan
dengan kategori tinggi ke sedang yaitu produktivitas, inisiatif atau kreativitas ketelitian atau kerapihan, kecepatan kerja atau efisiensi, kerja sama, dan
kedisiplinan. Hal ini menandakan para atasan menilai kinerja mereka baik.
Dimensi tanggung jawab berada dalam kategori sedang ke tinggi maka atasan
melihat tanggung jawab bawahannya cukup baik terhadap kinerja mereka.
Kohesivitas tenaga kependidikan paling besar dipengaruhi oleh
keterpaduan kelompok dalam tugas dengan bobot sebesar 0.94. Kepuasan
supervisi berpengaruh terhadap kepuasan kerja tenaga kependidikan dengan bobot
sebesar 0.78. Kinerja tenaga kependidikan dipengaruhi oleh kerja sama dengan
bobot sebesar 0.92. Ditunjukkan bahwa kohesivitas berpengaruh positif terhadap
kepuasan kerja maupun terhadap kinerja. Namun ditemukan bahwa tidak ada
pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja pada kinerja.
Implikasi manajerial yang perlu dilakukan oleh IPB adalah (1) pimpinan
organisasi dapat mempertahankan serta meningkatkan kohesivitas dengan cara
membuat gathering dan kerja kelompok. Dengan adanya kerja kelompok ini para
tenaga kependidikan dapat saling lebih mengenal dan berpartisipasi tidak hanya
dalam hubungan sosial namun untuk kelompok tugas mereka di masing-masing
departemen, (2) untuk meningkatkan kepuasan kerja, pimpinan organisasi dapat
memanfaatkan kohesivitas tenaga kependidikan yang tinggi untuk kegiatan yang
dapat mendekatkan anggota-anggota divisi agar lebih saling mengenal dan terlibat
dalam aktivitas kelompoknya, (3) pimpinan organisasi dapat memfasilitasi forum
komunikasi tenaga kependidikan. Forum ini dibentuk untuk menampung aspirasi,
komunikasi, dan interaksi tenaga kependidikan, (4) untuk meningkatkan kepuasan
kerja perlu dilakukan evaluasi kembali mengenai sistem remunerasi dan sistem
insentif untuk tenaga kependidikan, (5) untuk meningkatkan kepuasan kerja dan
kinerja tenaga kependidikan, pimpinan organisasi dapat memberikan public
recognition, reward, dan training untuk meningkatkan nilai kompetensi tenaga
kependidikan, dan (6) pimpinan organisasi dapat menjalankan daftar urutan
kepegawaian (DUK) dalam meningkatan kepuasan kerja dan kinerja.
Collections
- MT - Business [4063]
