Kajian Alat Ukur Kinerja Manajemen Piutang dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Piutang (Studi Kasus: Pt.Xri)
View/ Open
Date
2017Author
Meriam, Irana Leila
Achsani, Noer Azam
Novianti, Tanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Mengukur kinerja piutang merupakan salah satu faktor penting dalam rangka
meningkatkan keuntungan, likuiditas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Days Sales Outstanding adalah salah satu alat ukur kinerja manajemen piutang,
digunakan untuk menghitung berapa lama rata rata waktu yang dibutuhkan untuk
mengkonversi piutang menjadi kas. Walaupun Days Sales Outstanding (DSO)
digunakan secara umum di berbagai perusahaan, namun DSO memiliki kelemahan
terhadap fluktuasi penjualan. Angka DSO dapat menyesatkan karena di dalam
formula DSO terdapat unsur penjualan. Alat lain untuk mengukur efektifitas dan
kinerja bagian penagihan adalah Collection Effectiveness Index (CEI). Hasil CEI
mendekati 100% menunjukan bahwa kinerja manajemen piutang sangat efektif
dalam mengumpulkan piutang dari pelanggan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi hubungan antara
penjualan dan tagihan yang telah lewat jatuh tempo terhadap DSO dengan
menggunakan Pearson Product Moment. Setelah diketahui hubungan ke dua
variabel bebas tersebut, maka analisis dilanjutkan untuk mengetahui variabel mana
yang paling dominan berpengaruh terhadap DSO dengan menggunakan model
regresi berganda. Untuk membuktikan bahwa DSO kurang tepat digunakan sebagai
alat ukur, dilakukan juga perhitungan selisih antara DSO dengan BPDSO (rata rata
waktu ketika semua tagihan dibayarkan tepat waktu). Selisih ini disebut Average
Days Delinquent. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah fluktuasi angka DSO
tercermin dalam fluktuasi Average Days Delinquent.
Terdapat tiga faktor utama yang yang menyebabkan terjadinya tagihan lewat
jatuh tempo yaitu: jangka waktu pengembalian surat jalan, jangka waktu
pengiriman tagihan dan perilaku pembayaran pelanggan. Ketiga faktor ini dianalisis
manakah yang paling menyebabkan terjadinya keterlambatan pembayaran dengan
menggunakan regresi data panel dengan model Ordinary Pooled Least Squared.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa DSO memiliki hubungan yang
signifikan dengan fluktuasi penjualan dan hal tersebut menyebabkan bias terhadap
penilaian kinerja piutang. Dari hasil tersebut juga membuktikan bahwa tagihan
lewat jatuh tempo berdampak lebih besar pada DSO dibandingkan dengan
penjualan. Perilaku pembayaran pelanggan adalah penyebab utama kenaikan
tunggakan, dan yang kedua adalah waktu pengembalian surat jalan. Untuk
mendapatkan pengukuran yang lebih baik tentang keseluruhan kinerja piutang,
disarankan untuk menggunakan DSO bersama ADD atau ADD dengan CEI.
Collections
- MT - Business [4063]
