Evaluasi Penerapan Ism Code Dalam Mengurangi Potensi Kecelakaan Kapal Di Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok
View/ Open
Date
2017Author
Rahman, Harnoli
Satria, Arif
Hascaryo, Budhi
Metadata
Show full item recordAbstract
Keselamatan pelayaran adalah suatu kondisi terpenuhinya 2 kriteria
persyaratan yaitu layak laut dan layak layar. Layak laut adalah terpenuhinya 12
kriteria sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam International Safety
Management (ISM) Code bab IX yang mengacu kepada terpenuhinya persyaratan
keamanan di atas kapal. Sedangkan layak layar adalah suatu keadaan terpenuhinya
keamanan kapal untuk berlayar yang terdiri atas 4 kriteria yang menyangkut tata
kelola manajemen perusahaan pelayaran. International Safety Management (ISM)
Code adalah suatu manajemen peraturan keselamatan internasional yang
diperuntukkan bagi keselamatan pengoperasian kapal dan pencegahan
pencemaran yang ditetapkan oleh Dewan Keselamatan Maritim IMO
(International Maritime Organization). Tujuan penelitian ini adalah (1)
menentukan faktor – faktor dominan penyebab kecelakaan kapal; dan (2)
menentukan strategi penerapan ISM Code yang tepat untuk diterapkan di darat
dan di atas kapal sehingga dapat mewujudkan zero accident.
Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif
dimana data ditabulasikan untuk mengetahui faktor dominan dan SWOT Analysis.
Hasil metode deskriptif menunjukkan ada 3 faktor penyebab kecelakaan kapal di
Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok selama kurun waktu 2014 sampai 2016
yaitu faktor alam (force majeur) sebanyak 7 kecelakaan, faktor kelalaian manusia
(human error) sebanyak 5 kecelakaan dan faktor lainnya (others factor) sebanyak
6 kecelakaan, dan faktor alam (force majeur)sebagai faktor dominan penyebab
kecelakaan sebesar 38,89% dalam kurun waktu tersebut.
Berdasarkan hasil analisis SWOT, didapat 7 (tujuh) strategi yang dapat
dilaksanakan untuk penyempurnaan pelaksanaan ISM Code untuk mencapai zero
accident.
Collections
- MT - Business [4063]
