View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Peningkatan Daya Saing Minuman Teh Oolong Pada Industri Minuman Teh Kemasan Botol (Studi Kasus: Brand Produk Mytea)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (1.762Mb)
      Date
      2017
      Author
      Muhibuddin, Fuad Wahdan
      Daryanto, Arief
      Arkeman, Yandra
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Industri minuman di Indonesia mengalami pertumbuhan positif. Salah satu yang bergerak pada industri tersebut adalah minuman teh dalam kemasan dengan angka pertumbuhan sebesar 7.26%. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi minuman teh Oolong dalam kemasan botol yang mengalami pertumbuhan negatif, sehingga perlu dilakukan penelitian terkait strategi peningkatan daya saing. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis profil persaingan minuman teh Oolong dalam kemasan botol pada industri minuman teh dalam kemasan botol, 2) menganalisis intensitas persaingan industri minuman teh Oolong dalam kemasan botol pada industri minuman teh dalam kemasan botol, 3) menganalisis posisi strategis minuman teh Oolong dalam kemasan botol, 4) menganalisis prioritas pada alternatif strategi yang dihasilkan dari posisi strategis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan disusun berdasarkan proses perencanaan strategik yang terdiri dari tiga tahapan. Pertama adalah tahap masukan (input) menggunakan alat analisis Competitive Profile Matrix (CPM) dan analisis lingkungan industri dengan pendekatan Porter’s Five Forces. Kedua adalah tahap penyesuaian (matching) dengan alat analisis Strategic Position and Evaluation (SPACE) Matrix. Ketiga, tahap keputusan (decision) dengan alat analisis Quantitative Strategic Planing Matrix (QSPM). Berdasarkan hasil analisis didapat nilai total CPM minuman teh Oolong sebesar 2.27, teh Melati 3.30, dan teh Hijau 3.11, hal tersebut menunjukkan minuman teh Melati dan teh Hijau memiliki kekuatan daya saing lebih tinggi dibandingkan dengan teh Oolong. Hasil analisis lingkungan industri menunjukkan intensitas persaingan yang sedang pada faktor persaingan antara pesaing yang ada, pembeli, dan pemasok, sedangkan intensitas persaingan yang tinggi terdapat pada faktor produk substitusi dan pendatang baru. Hasil analisis SPACE Matrix didapat vektor arah berada pada titik (-0.87;1.26) yang mengarah pada kuadran konservatif. Alternatif strategi yang dianjurkan pada kuadran tersebut adalah pengembangan pasar, pengembangan produk, penetrasi pasar, dan diversifikasi konsentrik. Strategi prioritas utama yang terpilih berdasarkan analisisi QSPM adalah strategi penetrasi pasar, prioritas kedua adalah pengembangan pasar, prioritas ketiga adalah pengembangan produk, dan terakhir adalah diversifikasi konsentrik.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167779
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository