Pengaruh Perubahan Organisasi Terhadap Keterikatan Karyawan (Studi Kasus Di Pt Agricon)
Abstract
Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi rangkaian akuisisi dan
penggabungan perusahaan besar dunia dalam industri produsen pestisida. Dalam
skala industri pestisida, situasi dan kondisi secara tidak langsung akan memaksa
perusahaan pestisida lokal Indonesia untuk menyusun langkah strategis dengan
peningkatan kinerja untuk mengantisipasi perkembangan industri benih dan
pestisida di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya. Dari berbagai
strategi korporasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan, restrukturisasi
merupakan salah satu strategi yang umum dipergunakan untuk mengungkit kinerja
perusahaan menjadi lebih baik. Situasi dan kondisi inilah yang terjadi pada
perubahan organisasi di PT Agricon, dengan melakukan konsolidasi fungsi
pendukung operasional yang selama ini ada tersebar pada masing-masing unit
bisnis, untuk selanjutnya fungsi beserta karyawan di mutasi ke organisasi PT
Agricon dan struktur organisasi PT Agricon juga mengalami perubahan dari
struktur organisasi tradisional menjadi struktur organisasi matriks.
Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian penjelasan (explanatory
research) berupa penelitian kuantitatif di mana tahapan proses penelitian
dilakukan dengan mengolah data berupa nilai yang dihasilkan dari pengisian
kuesioner berupa skala likert (nilai; 1 - 5) dan diolah dengan metoda statistik
menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). Kuesioner akan disebar
secara terbatas dengan teknik purposive sampling kepada 83 responden dari 222
karyawan. Komposisi responden dari segi gender dibuat berimbang dengan
responden laki-laki sebesar 58%, sementara perempuan 42%. Pertimbangan
peneliti pekerja wanita lebih rentan terhadap perubahan situasi pekerjaan karena
selain tugas dan tanggung jawab selaku pekerja, mereka juga memiliki tugas dan
tanggung jawab untuk mengurus rumah tangga dan keluarga. Lebih lanjut dengan
melihat data masa kerja karyawan menunjukkan tingkat loyalitas karyawan tinggi,
di mana hanya 22% karyawan yang memilki masa kerja di bawah 5 tahun,
sementara sisanya 78% memilki masa kerja lebih dari 5 tahun.
Berdasarkan hasil perhitungan persentase pengaruh, terlihat bahwa untuk
variabel endogen work engagement dipengaruhi 23,72 % dari perceived
organization support dan 0,42% dari perceived organization change. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa perubahan organisasi yang diwakilkan dalam variabel
perceived organization change tidak memberikan pengaruh berarti terhadap work
engagement. Bahkan untuk dukungan organisasi yang diwakilkan dengan variabel
perceived organization support hanya memberikan pengaruh sebesar 23,72%.
Selain kedua variabel tersebut, tuntutan pekerjaan yang diwakilkan oleh variabel
job demand bahkan memberikan pengaruh yang negatif -1,84% terhadap work
engagement. Sehingga dapat disimpulkan tuntutan pekerjaan atau job demand
tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap work engagement.
Collections
- MT - Business [4063]
