Arsitektur Strategik Pada Perusahaan Perunggasan: Studi Kasus Pada Pt Sierad Produce Tbk
Abstract
Industri perunggasan di Indonesia berkembang seiring dengan pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Tingkat produksi nasional meningkat, akan tetapi tingkat
konsumsi masyarakat terhadap produk perunggasan (ayam) masih tergolong rendah
bagi negara berkembang, khususnya di regional Asia. Hal ini menjadi peluang bagi
perusahaan perunggasan untuk memperluas pasarnya. Efisiensi dan kompetisi
berdaya saing sangat dibutuhkan, baik persaingan dengan pesaing yang sudah ada
maupun pesaing baru. Sedangkan penerapan integrasi vertikal pada perusahaan
perunggasan di Indonesia masih memerlukan banyak perbaikan, terbukti dari
minimnya produk olahan ayam di pasaran.
PT Sierad Produce Tbk (SIPD) adalah salah satu perusahaan industri
perunggasan yang telah menerapkan integrasi vertikal yang menjadikan food
industry sebagai sebuah tujuan perusahaan seiring dengan perubahan gaya hidup
masyarakat yang menginginkan kemudahan di sekitarnya. SIPD mengalami
penurunan penjualan bersih selama empat tahun terakhir. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa masih terdapat permasalahan pada proses bisnis
perusahaan, sehingga diperlukan suatu rencana strategik untuk untuk menghadapi
persaingan saat ini.
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi faktor pada lingkungan
eksternal yang memengaruhi industri perunggasan, (2) menganalisis proses
integrasi bisnis perusahaan, (3) menganalisis tinjauan masa depan industri
perunggasan di Indonesia, dan (4) merumuskan arsitektur strategik SIPD serta
prioritas kepentingannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif
dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan AHP sebagai penentuan prioritas
kepentingan. Data diperoleh melalui studi pustaka, wawancara, dan penilaian pakar.
Faktor lingkungan eksternal yang memengaruhi industri perunggasan di
Indonesia, antara lain jumlah penduduk Indonesia terbesar pertama di ASEAN,
konsumsi per kapita daging ayam yang masih rendah, terjadi peningkatan
permintaan daging ayam di Indonesia, permintaan terhadap produk semakin
kompleks, adanya perubahan gaya hidup konsumen, penurunan persentase
penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa dan peningkatan persentase
penduduk yang tinggal di pulau-pulau lain (Sumatera dan Kalimantan),
peningkatan populasi dan produksi ayam ras, penerapan integrasi vertikal secara
optimal, upaya pemerintah dalam peningkatan konsumsi daging ayam, perbaikan
infrastruktur, fluktuasi nilai kurs rupiah, biaya logistik pengiriman bahan baku,
perkembangan teknologi yang semakin modern serta pengembangan rantai karkas
dingin. Proses integrasi bisnis di SIPD saat ini secara industrial atau secara integrasi
vertikal belum berkembang optimal, yaitu setiap tahap proses produksi masih
merupakan pusat keuntungan (profit center).
Hasil analisis tinjauan masa depan industri (industry foresight) diperoleh
trend atau perubahan terkini yang kemudian dijadikan dasar penentuan strategi
alternatif SIPD. Strategi alternatif SIPD dikategorikan menjadi tiga tujuan utama
perusahaan, yaitu memaksimalkan integrasi perusahaan, pengembangan produk, dan pengembangan pasar. Perusahaan perlu mempertimbangkan kebutuhan dan
keinginan konsumen (sebagai prioritas kepentingan tertinggi pada aktor eksternal)
dalam upaya pengembangan produk (sebagai prioritas kepentingan utama pada
tujuan perusahaan). Bermanfaat bagi pelanggan dan interface dengan pelanggan
merupakan prioritas kepentingan yang lebih tinggi pada kriteria tinjauan masa
depan dengan nilai bobot sama. Sedangkan pada strategi alternatif berdasarkan tiga
tujuan perusahaan, secara berurutan sesuai nilai bobot tinggi ke rendah, antara lain
pengembangan R&D, penyediaan cold storage bagi pasar tradisional, serta
pelatihan SDM dan manajemen budi daya.
Arsitektur strategik SIPD (jangka waktu 10 tahun) digambarkan dalam peta
strategi dengan jadwal waktu pelaksanaan pada tiap strategi alternatif. Melalui
arsitektur strategik, SIPD dapat meningkatkan daya saing dengan menciptakan
suatu kekuatan internal organisasi diantara pesaing lainnya dalam industri
perunggasan. Pelaksanaan arsitektur strategik SIPD diawali dengan perbaikan
internal perusahaan, yaitu SDM dan pengalokasian biaya investasi. Selanjutnya
perusahaan menjalankan program untuk meningkatkan kesadaran konsumen dan
membangun akses jaringan.
Collections
- MT - Business [4063]
