Strategi Pengembangan Bisnis Rhythm Of Empowerment Dengan Pendekatan Model Bisnis Kanvas
View/ Open
Date
2017Author
Prasetyo, Budi Bagus
Baga, Lukman M.
Yuliati, Lilik Noor
Metadata
Show full item recordAbstract
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin pesat
tentunya semakin membutuhkan banyak sekali sumber daya manusia Indonesia
yang handal dan memiliki motivasi kuat untuk berperan serta memenangkan
persaingan sesuai peran dan fungsinya masing-masing baik dilingkungan
perusahaan, instansi pemerintahan, institusi pendidikan atau organisasi
kemasyarakatan. Tentunya hal ini merupakan sebuah peluang bisnis yang besar
dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu pemain
dalam bisnis tersebut adalah Rhythm of Empowerment (ROE).
Rhythm of Empowerment (ROE) adalah sebuah divisi bisnis dari PT.
Cahaya Pagi yang bergerak di bidang pelatihan soft skills. Saat ini ROE memiliki
berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi antara lain bagaimana mencapai
target kinerja dan melakukan akselerasi untuk mencapai visi dan misi perusahaan
serta mengelola sumber daya ROE dalam menghadapi persaingan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi bisnis saat ini dan
menemukan strategi pengembangan model bisnis pada Rhythm of Empowerment
(ROE). Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif studi kasus pada ROE,
tehnik pengambilan data melalui focus group discussion, wawancara, observasi
dengan pihak internal dan eksternal ROE dan studi literatur, sedangkan alat
analisa menggunakan model bisnis kanvas (BMC) dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan pada segmen pelanggan, terdapat
perluasan segmen yaitu segmen publik, pelanggan tidak langsung dan pelanggan
barang retail. Nilai proposisi yang sudah ada ditambah dengan inovasi produk
turunan berdasar segmen dan materi serta produk retail berbagai bentuk dan jenis.
Pada elemen saluran memperkuat seluruh saluran baik langsung maupun tidak.
Hubungan pelanggan dengan mengoptimalkan akses pelayanan melalui media
sosial dan call center juga dibuat panduan budaya kerja untuk memperkuat jiwa
pelayanan di internal dan juga program ROE member card. Pada elemen arus
pendapatan dapat ditingkatkan melalui varian konser yang lebih beragam,
penjualan barang retail dan juga dari sistem franchise atau joint partner. Untuk
sumber daya kunci dilakukan pula penambahan tenaga penjualan dan
restrukturisasi organisasi serta kendaraan operasional. Pada elemen kunci aktivitas
kegiatan dilakukan perbaikan pada database calon pelanggan, merekrut mitra
outsourcing untuk persiapan konser dan mitra pembuat produk retail. Kemitraan
kunci dilakukan dengan menambah mitra pemasaran, konsultan keuangan dan
pajak, produksi barang retail dan perbankan. Pada elemen struktur biaya ada biaya
tambahan untuk pelatihan sumber daya manusia dan biaya konsultan financial dan
tax. Maka dapat disimpulkan bahwa ROE perlu melakukan perbaikan terhadap 9
elemen BMC dari model bisnis saat ini yang dituangkan dalam BMC baru ROE.
Collections
- MT - Business [4063]
