Analisis Integrasi dan Asimetri Harga Karet Tsr20 Indonesia Dengan Harga Tsr20 Dunia
Abstract
Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting bagi Indonesia.
produksi karet Indonesia pada tahun 2014 mencapai 3,606 juta ton, dari total
produksi tersebut sebesar 2,623 juta ton atau setara 83,20% di ekspor keberbagai
Negara. Volume ekspor karet alam jenis TSR20 merupakan yang terbesar,
mencapai 90,94%. Oleh sebab itu karet TSR20 merupakan jenis karet yang
terpenting didalam perdagangan karet Indonesia. Dengan besarnya volume ekspor
dibandingkan konsumsi di dalam negeri maka pasar karet Indonesia bergantung
dengan pasar dunia. Pasar utama karet Indonesia adalah Amerika Serikat, volume
ekspor ke Amerika Serikat mencapai 24,21% pada tahun 2015. Sedangkan sampai
saat ini harga karet yang terbentuk di pasar Indonesia, dipengaruhi oleh harga
yang terbentuk dipasar berjangka singapura (SICOM).
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis integrasi harga antara
TSRI, TSRS dan TSRNY (2) menganalisis hubungan asimetri TSRI, TSRS dan
TSRNY (3) manganalisis implikasi manajerial perubahan harga TSRS dan
TSRNY terhadap TSRI. Penelitian ini menggunakan data skunder deret waktu
bulanan sejak tahun 2010 sampai 2016. Analisa yang dilakukan menggunakan
Asymetrik Error Correction Model (AECM).
Hasil analisis menunjukan bahwa pasar TSRI, TSRS dan TSRNY telah
terintegrasi. Sedangkan hubungan yang terjadi di antara pasar tersebut adalah : (1)
hubungan antara pasar TSRI dan TSRS, harga TSR20 di pasar TSRI dipengaruhi
oleh pasar TSRS namun pasar TSRI tidak mempengaruhi harga TSRS. (2)
hubungan antara pasar TSRI dan TSRNY, hubungan antara kedua pasar ini saling
pengaruh mempengaruhi, artinya bahwa apabila terjadi perubahan harga di salah
satu pasar akan mempengaruhi harga dipasar lainnya. (3) hubungan antara TSRS
dan TSRNY, hubungan antara pasar ini saling pengaruh mempengaruhi sehingga
apabila terjadi perubahan harga disalah satu pasar akan mempengaruhi pasar
lainnya.
Hasil analisis AECM menunjukan bahwa harga TSRI dalam jangka
pendek dipengaruhi oleh harga TSRS pada periode t, TSRNY pada periode t dan
harga TSRI pada periode t-1. Hubungan simetri terjadi antara pasar TSRS dengan
pasar TSRI baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hubungan simetri
ini menyebabkan apabila terjadi perubahan harga dalam satu priode di pasar
TSRS maka harga di pasar TSRI akan mengalami perubahan pada periode
tersebut. Sedangkan hubungan asimetri antara antara pasar TSRNY terhadap
pasar TSRI signifikan, artinya bahwa terjadi hubungan asimetri antara pasar
TSRNY terhadap pasar TSRI. Hal ini menggambarkan apabila terjadi perubahan
harga dalam jangka pendek di pasar TSRNY tidak akan segera diteruskan kepada
pasar TSRI, sedangkan dalam jangka panjang tidak akan terjadi keseimbangan
harga antara pasar TSRNY dengan pasar TSRI.
Implikasi manajerial yang dapat dilakukan ketika harga turun, yakni pihak
perusahaan harus mengurangi produksinya dan sebagian produk-produk yang
telah diproduksi dapat disimpan di dalam gudang penyimpanan. Oleh karena itu ketika harga turun, perusahaan harus memperhitungkan tingkat produksi dan
inventori yang tepat agar kerugian dapat di minimalisir sampai harga kembali
normal. Sedangkan ketika harga naik perusahaan harus mampu melihat peluang
tersebut. Ketika harga naik produksi dapat ditingkatkan sampai titik optimimum.
Sedangkan stok barang yang disimpan saat harga turun pada periode sebelumnya
dapat dikeluarkan untuk mendapatkan selisih keuntungan yang besar. Dari sisi
pemasaran peluang peningkatan tersebut, harus dimanfaatkan semaksimal
mungkin agar memperoleh keuntungan yang baik.
Collections
- MT - Business [4063]
