Peran Tenaga Kependidikan Dalam Pengembangan Unit Pendidikan Unggulan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor
Abstract
Tenaga Kependidikan (Tendik) merupakan pemegang peranan strategik
dalam upaya pembentukan karakter bangsa serta peningkatan mutu sumber daya
manusia (SDM), mengingat di era globalisasi ini persaingan global semakin ketat
akibat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Perkembangan IPTEK merupakan tantangan tersendiri bagi Tendik, karena
dituntut mengikuti laju perkembangannya. Melalui mekanisme pengelolaan yang
mencakup sistem manajerial, pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan
dalam mendukung, pelaksanaan tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan,
Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat).
Dalam mencapai Unit Pendidikan Unggulan di Fakultas Peternakan (Fapet)
IPB peran Tendik baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Non PNS sangat
diperlukan, maka kompetensi Tendik sangat perlu diperhatikan dengan
memberikan motivasi dari para pimpinan dan lingkungan kerja serta memberikan
kompensasi yang seimbang dengan hasil kerjanya untuk menciptakan kinerja yang
optimal.
Data pada penelitian ini diperoleh melalui teknik survei yang dilakukan
terhadap populasi dan contoh dari peubah yang diteliti secara kuantitatif dengan
kuesioner berskala Likert kepada 142 Tendik PNS dan non PNS, FAPET IPB.
Analisis data menggunakan deskriptif dan Structural Equation Model (SEM)
dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Peubah pada penelitian ini adalah
motivasi, kompensasi, budaya orgnasasi dan kompetensi Tendik.
Hasil penelitian menunjukkan kinerja Tendik dipengaruhi oleh jenis
kelamin, usia, masa kerja serta latar belakang pendidikan (faktor individu). Faktor
individu dan faktor kompensasi berpengaruh langsung tehadap motivasi kerja.
Peubah kompensasi berpengaruh terhadap motivasi kerja. Kompensasi tidak
berpengaruh terhadap budaya organisasi. Budaya organisasi berpengaruh terhadap
kompetensi. Motivasi tidak berpengaruh terhadap kompetensi dan budaya
organisasi. Dengan model struktural kompetensi dihasilkan nilai R-Square 52%
artinya keragaman kompetensiyang mampu dijelaskan oleh model sebesar 52%
dan sisanya ((48%) dijelaskan oleh faktor lain diluar model yang diteliti Fakultas
Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Collections
- MT - Business [4063]
