Analisis Hubungan Antara Harga Saham dan Nilai Tukar Di Indonesia : Studi Empiris Pada Level Makro dan Mikro
Abstract
Hubungan antara nilai tukar dan harga saham telah banyak menjadi fokus
penelitian. Ini dipicu oleh beragamnya hasil penelitian yang ada selama ini
mengenai hubungan antara dua variabel tersebut. Selain itu volatilitas yang tinggi
baik itu dari nilai tukar maupun harga saham seringkali memberikan pengaruh
secara tidak terduga terhadap satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah
memperoleh gambaran mengenai bagaimana hubungan dan arah pengaruh nilai
tukar dengan harga saham pada level makro dan mikro. Level makro yaitu
hubungan nilai tukar dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sementara level
mikro adalah hubungan nilai tukar dengan saham perusahaan. Sampel harga
saham perusahaan diambil dari 244 saham perusahaan yang telah terdaftar di
Bursa Efek Jakarta semenjak 1 Januari 2007 hingga 30 Desember 2016.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa
harga penutupan harian dari IHSG, harga saham-saham emiten, dan nilai tukar
Rupiah terhadap Dolar US (KURS), yang diperoleh dari berbagai sumber. Metode
penelitian yang digunakan adalah uji kausalitas Granger yang dilakukan dalam
lingkungan vector autoregression (VAR) atau vector error correction model
(VECM). Keputusan untuk menggunakan VAR atau VECM ditentukan oleh ada
atau tidaknya kointegrasi antar variabel. Analisis dilengkapi dengan estimasi
impulse response dan estimasi variance decomposition.
Pengujian yang dilakukan pada level makro menunjukkan adanya hubungan
kausalitas dua arah antara IHSG dan KURS. Baik IHSG maupun KURS merespon
positif perubahan pada variabel lainnya. Kontribusi yang diberikan oleh IHSG
diestimasi lebih besar dibandingkan kontribusi KURS terhadap perubahan IHSG.
Itu artinya, lonjakan yang dialami IHSG memiliki potensi lebih besar untuk
mempengaruhi KURS. Pengujian yang dilakukan pada level mikro menyimpulkan
terdapat bentuk hubungan kausalitas yang beragam dari antara nilai tukar dan
harga saham. Hanya 32% sampel yang membuktikan adanya hubungan kausalitas
dengan nilai tukar. Dari total sampel yang memiliki hubungan kausalitas dengan
harga saham, 38 perusahaan mendukung pendekatan tradisional, yakni terdapat
pengaruh yang bergerak dari KURS menuju harga saham. Hanya ada 6
perusahaan yang mendukung pendekatan portofolio, yakni terdapat hubungan
kausalitas yang bergerak dari harga saham menuju KURS. Sisanya sebanyak
sebanyak 25 perusahaan menyatakan adanya hubungan kausalitas dua arah antara
KURS dan harga saham. Pengamatan dengan menggunakan nilai kapitalisasi
pasar masing-masing perusahaan menunjukkan tidak terdapat hasil baku yang
menegaskan adanya keterkaitan kapitalisasi pasar sebagai faktor yang
mempengaruhi hubungan kausalitas nilai tukar dan harga saham.
Collections
- MT - Business [4062]
