Strategi Pengembangan Balai Inseminasi Buatan Lembang Dengan Pendekatan Business Model Canvas
View/ Open
Date
2017Author
Prabuwisudawan, Dwipanca
Rifin, Amzul
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemerintah memiliki fungsi utama dalam memberikan pelayanan terbaik
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di semua sektor. Pengembangan
manajemen proses bisnis perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan yang
diberikan. Perbaikan proses bisnis penting dilakukan untuk memberikan
gambaran bentuk pemerintahan dalam menciptakan struktur yang tepat untuk
meningkatkan kinerja proses bisnis organisasi. Salah satu sektor penting dalam
pemenuhan kebutuhan masyarakat merupakan sektor peternakan. Sektor
peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia namun
belum dapat diwujudkan secara optimal di lapangan. Dalam rangka
pengembangan sektor peternakan di Indonesia, maka pemerintah mendirikan
Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang yang berfungsi untuk memenuhi
kebutuhan pelaksanaan inseminasi buatan di Indonesia. BIB Lembang bertugas
menghasilkan produk, berupa semen beku unggul untuk membuktikan komitmen
yang tinggi dalam mendukung program pemerintah.
Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi model bisnis yang ada di BIB
Lembang saat ini melalui pendekatan business model canvas, (2) membuat model
bisnis perbaikan dengan pendekatan business model canvas, (3) membuat
program perbaikan dari model bisnis yang telah diperbaiki. Sumber data yang
digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui hasil
observasi/pengamatan lapang dan wawancara dengan badan pengelola BIB
Lembang dan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dari instansi dan
kelembagaan pemerintah yang terkait. Metode yang digunakan adalah pendekatan
business model canvas dan analisis SWOT.
Hasil yang didapatkan identifikasi model bisnis BIB Lembang saat ini
terdiri dari sembilan elemen, yaitu Co-Creator, Value Proposition, Channels,
Relation, Value Stream-Returns, Key Resources, Key Activities, Key Partnership,
dan Value Stream-Outlay and Costs. Hasil yang didapatkan dari model bisnis
yang telah diperbaiki menunjukkan terjadi perbaikan di masing-masing elemen
yang terdiri dari pangsa pasar ekspor, melakukan analisis permintaan pelanggan,
pemberian akses E-Katalog terhadap pihak non-dinas, penambahan SDM personal
assistance, penerapan sistem Badan Layanan Umum (BLU), penggantian
sumberdaya tidak produktif, pelatihan persuasif terhadap peternak, bekerja sama
dengan tenaga inseminator mandiri, dan optimalisasi perencanaan alokasi
anggaran. Berdasarkan bisnis model yang telah diperbaiki, terdapat program
perbaikan yang dapat dilakukan Balai Inseminasi Buatan Lembang yang terdiri
dari, pengembangan internal organisasi BIB Lembang, pengembangan saluran
distribusi, informasi, dan sistem komunikasi terhadap peternak, serta
pengembangan optimalisasi pelayanan dan pendapatan negara berbasis
pengelolaan keuangan BLU.
Collections
- MT - Business [4062]
