Penilaian Kinerja Rantai Pasok dan Kemitraan Pt Sayuran Siap Saji Bogor
Abstract
Sayuran memiliki peranan penting sebagai sumber serat bagi kesehatan tubuh.
PT Sayuran Siap Saji sebagai perusahaan di bidang agribisnis sayuran segar potong
(fresh cut) memiliki peranan penting dalam penyediaan sayuran segar bagi
beberapa konsumen retail yaitu restoran siap saji di area Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang dan Bekasi. Oleh karena itu perlu dilakukan penilaian kinerja rantai
pasok, dan analisis kemitraan baik antara petani mitra dan perusahaan maupun
antara konsumen retail dengan perusahaan. Tujuannya untuk perbaikan kinerja
kedua belah pihak dan untuk mencapai strategi produktivitas perusahaan. Penilaian
kinerja rantai pasok menggunakan model SCOR dengan metoda Perbandingan
Berpasangan (Pairwise Comparison). Nilai tambah bagi perusahaan menggunakan
Metode Hayami dan analisis usaha tani digunakan untuk melihat keberhasilan
usaha ini bagi petani mitra. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemitraan antara
petani mitra dan perusahaan mengunakan metode Analisis Korelasi Sederhana
(Bivariate Correlation). Hubungan kemitraan antara konsumen retail dan
perusahaan menggunakan analisis deskriptif karena hanya 1 responden sebagai
sumber data.
Hasil pembobotan indikator kinerja dengan Perbandingan Berpasangan
(Pairwise Comparison) menunjukkan bahwa atribut reliabilitas memiliki skor
tertinggi 0.570 sebagai prioritas pertama. Indikator kinerja selanjutnya adalah
atribut responsivitas dengan nilai skor 0.252, atribut fleksibilitas dengan nilai skor
0.103, atribut biaya memiliki nilai skor sebesar 0.050 sebagai prioritas keempat
dan atribut aset dengan nilai skor terendah sebesar 0.025 sebagai prioritas terakhir.
Rasio nilai tambah hanya berlaku bagi perusahaan untuk ceisim (66.21%), tomat
(71.65%) dan Lettuce head (75.06%). Nilai R/C untuk analisis usaha tani pada
komoditi ceisim: (2.44%); tomat (2.07%) dan Lettuce head (1.87%). Nilai B/C
Rasio: ceisim (1.44%), tomat (1.07%) dan Lettuce head (0.87%). Nilai BEP untuk
komoditas ceisim (Rp. 7 430, 00), tomat (Rp. 7.422, 00) dan Lettuce head (Rp.
9.155, 00) serta nilai ROI untuk masing-masing ceisim (140%), tomat (200%) dan
Lettuce head (140%). Nilai ROI mengindikasikan bahwa usaha tani untuk
komoditi ceisim, tomat dan Lettuce head akan menguntungkan bagi petani mitra.
Hasil analisis korelasi sederhana menunjukkan bahwa variabel variabel
bantuan benih dan pupuk (v1), kualitas produk (v4) dan aktifitas pasca panen (v5)
memiliki hubungan korelasi negatif terhadap variabel konseling (v10). Nilai
korelasi positif tertinggi ditunjukkan oleh hubungan variabel bantuan alat pertanian
(v2) dengan konseling (v10). Nilai korelasi terendah adalah resiko kegagalan (v8)
dan harga produk (v12) dimana kedua variabel ini memiliki hubungan yang paling
lemah. Hubungan kemitraan antara perusahaan dan konsumen retail dilakukan
secara deskriptif dengan hasil skala kepuasan untuk jadwal pengiriman barang
return dari PT Sayuran Siap Saji (v9) memiliki nilai skor tertinggi yaitu 5 yang
artinya konsumen retail sepenuhnya sangat tergantung pada pemenuhan kebutuhan
sayuran segar potong yang disediakan PT Sayuran Siap Saji dalam pengelolaan
proses bisnisnya.
Collections
- MT - Business [4063]
