Analisis Model Theory Of Planned Behavior Terhadap Intensi Konsumsi Minuman Cokelat
View/ Open
Date
2017Author
Utami, Anggi Lestari
Sumarwan, Ujang
Rifin, Amzul
Metadata
Show full item recordAbstract
Sebagai salah satu Bank terbesar di Indonesia, Bank Mandiri memiliki
total asset tertinggi pada 2016. Namun tingginya total asset yang dimiliki tidak
membuat Bank Mandiri memiliki pertumbuhan yang tinggi untuk produk dana
murah, yakni giro dan tabungan. Bank Mandiri Cabang Jakarta Kawasan Industri
Pulogadung merupakan salah sat cabang yang diandalkan dalam pencapaian dana
murah karena terletak di Wilayah 4 yang merupakan tulang punggung Bank
Mandiri yang setiap tahunya diharapkan mencapai 22 persen target Bank Mandiri
secara keseluruhan dan juga karena letaknya di Kawasan Industri. Namun
pencapaian dana murah Cabang KIP belum seusuai dengan harapan manajemen
jika dibandingkan dengan beberapa Cabang yang juga berlokasi di Kawasan
Industri di Jabodetabek. Oleh karena itu diputuskan untuk mencari alternatif
strategi yang tepat agar perusahaan tetap tumbuh sesuai harapan.
Penelitian ini mengevaluasi lingkungan internal dan eksternal perusahaan
untuk mencari alternatif strategi bisnis yang sesuai bagi Bank Mandiri Cabang
Jakarta Kawasan Industri Pulogadung. Strategi bisnis menggunakan metode
analisis Internal Factor Evaluations (IFE) Matrix, External Factor Evaluation
(EFE) Matrix, Five Forces Porter, Internal-External (IE) Matrix, Quantitative
Strategic Planning (QSPM) Matrix. Penelitian dilakukan menggunakan teknik
purposive sampling dengan memilih panel ahli yang berkompeten.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan harus menerapkan
strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi penetrasi pasar dipilih
karena untuk pengembangan produk hanya bisa dilakukan oleh Kantor Pusat.
Maka beberapa alternatif strategi yang dilakukan antara lain: (1) mengakuisisi
nasabah yang belum memiliki rekening di Bank Mandiri (nasabah baru); (2)
meretensi nasabah yang memiliki rekening dormant dengan saldo minimal Rp. 50
juta; (3) menambah product holding nasabah top player.
Sesuai dengan strategi proiritas yang harus dilakukan oleh Cabang KIP
adalah melakukan penetrasi pasar dengan cara melakukan akuisisi nasabah yang
belum memiliki rekening. Sehingga implikasi manajerial berupa: (1) melakukan
remapping lokasi bisnsi; (2) membuat proposal yang berisi ‘one stop solution’
bagi calon nasabah; (3) budget tahunan untuk penetrasi lebih agresif; (4) update
pengetahuan/skill secara berkala.
Collections
- MT - Business [4063]
