Analisis Persaingan Jeruk Impor dan Jeruk Lokal
View/ Open
Date
2017Author
Rachmi, Dini Maulida
Nurmalina, Rita
Rifin, Amzul
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia dihadapkan pada persaingan global, menuntut untuk memperkuat
industri dalam negeri agar mampu bertahan dan terus tumbuh. Persaingan dengan
produk impor perlu diperhatikan agar produk lokal Indonesia dapat tetap bersaing
baik di pasar domestik maupun internasional. Sub sektor hortikultura khususnya
komoditas buah belum maksimal dikembangkan, sehingga untuk memenuhi
kebutuhan konsumsi domestik pemerintah membuka impor buah. Namun dari
tahun ke tahun impor buah semakin meningkat sehingga berdampak buruk
terhadap neraca perdagangan Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya
peningkatan daya saing agar eksistensi buah unggulan domestik dapat terjaga atau
bahkan dapat meningkatkan promosi ekspor ke negara lain. Salah satu buah yang
saat ini di prioritaskan untuk dikembangkan adalah jeruk. Produksi jeruk nasional
cenderung mengalami penurunan mengindikasikan bahwa Indonesia belum
mampu mempertahankan tingkat produksi jeruk nasional. Ketersediaan jeruk yang
musiman memberikan peluang bagi masuknya produk jeruk impor sebagai
substitusi jeruk lokal. Ketersediaan jeruk impor yang melimpah di pasar eceran
mengindikasikan semakin tidak berdayanya jeruk lokal menghadapi jeruk impor
di pasar jeruk Indonesia sebagai pangsa pasar utama.
Saat ini, jeruk impor didominasi oleh jeruk dari Cina yang mencapai
72.27%. Negara asal impor produk Jeruk Indonesia lainnya dari Pakistan
(16.44%), Argentina (6.23%), dan Australia (4.58%). Di era perdagangan bebas,
persaingan antara jeruk lokal segar dengan jeruk impor segar akan semakin
intensif untuk memperebutkan pangsa pasar konsumen jeruk segar yang cukup
tinggi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
persaingan anatar jeruk lokal dan jeruk impor melalui pendekatan total
pengeluaran Indonesia untuk jeruk. Metode analisis yang digunakan adalah
Almost Ideal Demand System (AIDS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jeruk lokal Indonesia bersaing dengan
jeruk impor dari Cina, ditunjukkan dengan nilai elastisitas silang positif
(substitusi) atau kedua komoditas itu saling menggantikan. Sedangkan hubungan
komplementer ditunjukkan pada elastisitas silang anatara jeruk lokal Indonesia
dengan jeruk impor dari Pakistan. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh
musim panen dan musim paceklik yang sama anatara produksi jeruk lokal di
Indonesia dan jeruk impor di Pakistan. Indonesia perlu meningkatkan jumlah
pengeluaran total untuk jeruk dengan meningkatkan konsumsi jeruk per kapita
masyarakat Indonesia, dengan itu pangsa pasar jeruk Indonesia akan meningkat
lebih tinggi dibandingkan pangsa pasar jeruk Cina dan Pakistan karena nilai
elastisitas pengeluaran untuk produksi jeruk lokal Indonesia lebih tinggi
dibandingkan dengan kedua negara lainnya.
Collections
- MT - Business [4048]
