View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengujian Efficient Market Hypothesis Weak-Form dan Pengaruh Kinerja Perusahaan Terhadap Return Saham Emiten Infrastuktur

      Thumbnail
      View/Open
      full text (1.943Mb)
      Date
      2017
      Author
      Gunarso, Adi
      Siregar, Hermanto
      Irawan, Tony
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu sektor di Indonesia yang menarik untuk diteliti saat ini adalah sektor infrastruktur. Infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kontribusi dari perusahaanperusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dianggap akan menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur. Pemerintah Indonesia sendiri sudah menyadari hal ini dan mulai melibatkan berbagai pihak termasuk swasta untuk bersama-sama membangun infrastruktur. Seiring dengan arah kebijakan pemerintah yang ingin mempercepat pembangunan infrastruktur dengan melibatkan berbagai pihak termasuk swasta untuk membangun infrastruktur, saham emiten yang bergerak di bidang infrastruktur diyakini akan mendapatkan sentimen positif dan menjadi saham unggulan. Namun pada kenyataannya, pergerakan Indeks Harga Saham Sektor Infrastruktur (IHSS INFRA) dan sebagian besar emiten yang termasuk ke dalam indeks tersebut justru memiliki trend menurun pada tahun 2015. Pergerakan saham diduga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kinerja perusahaan dan makroekonomi. Sebagian praktisi dan peneliti bahkan mencoba memprediksi pergerakan saham berdasarkan data historisnya. Menurut Efficient Market Hypothesis (EMH) yang dikembangkan oleh Eugene Fama, prediksi pergerakan saham bisa dilakukan jika suatu pasar saham tidak efisien. Sebaliknya, jika suatu pasar saham efisien, maka pergerakan saham tidak dapat diprediksi dan tidak akan ada yang mampu mengalahkan pasar. Pentingnya implikasi dari EMH telah membuat banyak peneliti melakukan penelitian tentang EMH pada berbagai pasar saham dalam dua puluh tahun terakhir. Implikasi dari EMH sangat penting karena dapat membantu investor dalam membuat keputusan investasi yang tepat. Oleh karena itu, pengujian EMH pada IHSS INFRA perlu dilakukan, setidaknya pengujian EMH weak-form. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Oleh karena itu, analisis pengaruh kinerja perusahaan terhadap return saham emiten infrastruktur menjadi fokus lain dalam penelitian ini. Parameter kinerja perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah efisiensi, likuiditas, profitabilitas, dan valuasi. Metode yang digunakan untuk menguji EMH weak-form pada IHSS INFRA adalah unit root test, autocorrelation test, dan runs test. Metode yang digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan adalah data envelopment analysis (DEA). Metode yang digunakan untuk analisis pengaruh kinerja perusahaan terhadap return saham emiten infrastruktur adalah regresi data panel dengan determinan atau variabel-variabel bebasnya adalah current ratio (likuiditas), return on asset (profitabilitas), price to book ratio (valuasi), dan skor efisiensi (berdasarkan hasil implementasi DEA). Hasil menunjukkan bahwa IHSS INFRA cenderung tidak efisien pada weakform. Implikasi dari IHSS INFRA yang terbukti cenderung tidak efisien pada weakform yaitu investor berpeluang mendapatkan abnormal return. Investor dapat memprediksi pergerakan saham infrastruktur dengan menggunakan analisis teknikal. Selain analisis teknikal, analisis fundamental juga dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan saham. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar emiten yang bergerak dalam bidang infrastruktur belum bekerja secara efisien. Efisiensi emiten infrastruktur terbukti dipengaruhi oleh cost of revenue, debt to equity ratio, dan gross profit margin secara signifikan. Cost of revenue dan debt to equity ratio berpengaruh negatif, sedangkan gross profit margin berpengaruh positif. Cost of revenue memiliki pengaruh yang paling kuat. Berdasarkan analisis efisiensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi emiten infrastruktur, maka manajer perusahaan perlu mengurangi cost of revenue dan debt to equity ratio untuk meningkatkan gross profit margin sehingga dapat bekerja dengan lebih efisien. Hasil menunjukkan bahwa return saham emiten infrastruktur terbukti dipengaruhi oleh current ratio, return on asset, dan price to book ratio secara signifikan. Current ratio, return on asset, dan price to book ratio memiliki pengaruh positif terhadap return saham emiten infrastruktur. Return on asset memiliki pengaruh yang paling kuat. Berdasarkan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi return saham emiten infrastruktur, maka investor perlu mempertimbangkan likuiditas, profitabilitas, dan valuasi perusahaan dalam membuat keputusan investasi.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167716
      Collections
      • MT - Business [4062]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository